Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Melalui Program LIMAR, UPI Bantu Panel Surya bagi Warga Prasejahtera

Naviandri
22/3/2026 22:19
Melalui Program LIMAR, UPI Bantu Panel Surya bagi Warga Prasejahtera
Rektor UPI Didi Sukyadi menyerahkan bantuan panel surya.(Dok.UPI)

 

UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program UPI Berdampak LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat) dengan memberikan bantuan panel listrik tenaga surya bagi warga prasejahtera di Desa Mekarsari, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pekan lalu.

Sebelumnya UPI juga sudah memberikan panel listrik untuk warga setempat. Penambahan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi pemanfaatan panel surya yang telah digunakan warga selama enam bulan terakhir.

Rektor UPI, Didi Sukyadi bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Vanessa Gaffar meninjau langsung kondisi panel surya yang telah dipergunakan warga selama enam bulan kebelakang sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat untuk mengetahui dampak program tersebut terhadap kehidupan sehari-hari.

"Program LIMAR merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses energi bagi keluarga prasejahtera yang belum memiliki penerangan listrik memadai. Melalui pemasangan panel listrik tenaga surya, warga kini dapat memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan untuk kebutuhan penerangan rumah tangga.

“Panel surya ini harus dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Mudah-mudahan dengan adanya penerangan ini warga bisa beraktivitas pada malam hari sehingga menjadi lebih produktif,” jelas rektor.

PEMASANGAN PANEL SURYA
Selain meninjau pemanfaatan panel surya yang telah digunakan selama enam bulan terakhir, Didi juga menyaksikan langsung pemasangan panel surya di rumah warga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik. Rektor juga meninjau kondisi tempat tinggal warga penerima bantuan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian rumah warga dinilai berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian lebih dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan dukungan renovasi rumah bagi warga yang membutuhkan.

“Setelah melihat kondisi di lapangan, kami menilai ada rumah warga yang tidak layak huni. Kami akan menyiapkan anggaran renovasi agar warga dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” ucapnya.

Menurut Didi, selain bantuan energi dan rencana renovasi rumah, UPI juga akan membantu penyediaan pengeras suara masjid bagi warga setempat setelah diketahui bahwa suara azan belum terdengar dengan jelas di sebagian wilayah tersebut. 

Program LIMAR tidak hanya menghadirkan solusi energi bagi masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan seperti akses energi bersih berbasis tenaga surya, meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera, pengembangan teknologi energi berkelanjutan di wilayah pedesaan, serta pendidikan yang berkualitas karena penerangan listrik memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari.

BINGKISAN LEBARAN
Selain monitoring, evaluasi, dan pemasangan alat baru panel surya, Rektor UPI juga meyerahkan bingkisan lebaran kepada warga penerima bantuan LIMAR.

Melalui kegiatan monitoring ini, UPI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi warga di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar.

Program LIMAR diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan solusi teknologi yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik