Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Kisah Korban Banjir Tapanuli Tengah Berburu Baju Lebaran Murah demi Anak

Media Indonesia
17/3/2026 20:34
Kisah Korban Banjir Tapanuli Tengah Berburu Baju Lebaran Murah demi Anak
Warga penyintas bencana banjir bandang di Sumatera Utara belanja pakaian baru sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H.(ANTARA/Chairul Rohman)

DI sebuah kios kecil di Kecamatan Sarudik, Daini, 42, berdiri terpaku di depan tumpukan pakaian. Tangannya yang kasar, bekas bekerja di cucian motor, dengan teliti meraba kain baju muslim berwarna cerah. Pikirannya sejenak melayang pada malam kelam saat banjir bandang menyapu rumahnya di Pandan, menyisakan lumpur dan membawa pergi hampir seluruh isi lemarinya.

"Sembilan puluh persen pakaian kami hanyut terbawa air," kenangnya dengan suara lirih namun tetap tegar, dikutip dari Antara, Selasa (17/3).

Namun, bagi Daini, bencana boleh saja merenggut harta, tapi tidak dengan kegembiraan anak-anaknya. Di tengah proses merintis kembali hidup dari nol di sebuah kontrakan baru, ia menyisihkan tiap rupiah dari hasil usaha cuci motor bersama suaminya demi satu tujuan: membelikan baju baru untuk ketiga anaknya di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Berburu Senyum di Kios Rp35 Ribu

Daini tidak sendirian. Kios-kios pakaian di Sarudik, Sumatera Utara, kini menjadi saksi bisu ketangguhan para penyintas bencana di Tapanuli Tengah. Di tengah keterbatasan, mereka memadati toko-toko yang menawarkan harga terjangkau. Salah satu daya tarik utamanya adalah papan bertuliskan "Rp35 ribu dapat tiga pasang pakaian"

Memberi Hak untuk Bahagia

Bagi sebagian orang, baju Lebaran mungkin hanya soal gaya. Namun bagi Daini dan para penyintas lainnya, baju baru adalah simbol harapan dan "hak" yang harus ditunaikan orang tua kepada anaknya, meski keadaan sedang tidak berpihak.

“Walaupun di tengah bencana ini, ketika kami ada rezeki, tidak ada salahnya kami belikan anak-anak ini pakaian baru,” kata Daini sambil tersenyum tipis saat akhirnya memilihkan pasang baju untuk bungsunya.

Momentum Lebaran 2026 di Tapanuli Tengah tahun ini memang terasa berbeda. Tidak ada kemewahan, hanya ada ketulusan seorang ibu yang ingin memastikan bahwa di hari kemenangan nanti, anak-anaknya tidak lagi memakai sisa baju yang kusam akibat terendam banjir.

Momentum Kebahagiaan di Tengah Keterbatasan

Kusuma, seorang penjaga toko pakaian di Sarudik, mengakui adanya lonjakan pembeli sejak H-7 Lebaran. Mayoritas pengunjung adalah para penyintas bencana yang mencari kebutuhan sandang dengan harga terjangkau, mulai dari baju muslim hingga alas kaki.

"Penumpukan pembeli sudah mulai terasa, mayoritas memang pakaian anak-anak dan dewasa," ungkap Kusuma.

(Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya