Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

IMIP Tanam 150.000 Bibit Mangrove Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

M Taufan SP Bustan
10/3/2026 23:09
IMIP Tanam 150.000 Bibit Mangrove Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
Penanaman mangrove oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di sekitar kawasan.(Dok.IMIP)

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menempatkan keseimbangan ekosistem dan adaptasi terhadap perubahan iklim sebagai fondasi keberlanjutan investasi.

Perusahaan terus memperkuat komitmen pengurangan emisi karbon dan perlindungan keanekaragaman hayati. Salah satunya melalui partisipasi dalam forum iklim global COP30 UNFCCC.

Upaya ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 yang mendorong pengembangan kawasan industri rendah emisi. IMIP menargetkan penurunan emisi sekitar 10 persen setiap periode melalui efisiensi energi, teknologi bersih, dan penguatan ekosistem lingkungan.

Direktur Environmental IMIP, Dermawati S menjelaskan, perusahaan menerapkan Biodiversity Action Plan. Program ini fokus pada perlindungan habitat kritis, pemulihan area terdegradasi, dan pembangunan koridor ekologis antara kawasan alami dan industri.

“Program ini kami jalankan bersama komunitas lokal, akademisi, dan pemerintah. Kami mengacu pada praktik Good International Industry Practice dan panduan IFC,” ujar Dermawati dalam siaran pers, Senin (9/3).

Sejak 2018 hingga 2025, IMIP menanam 70.188 bibit mangrove di desa sekitar kawasan industri, seluas 5,62 hektare. Program serupa juga dilakukan di Palu (10.000 bibit) dan Brebes (30.000 bibit). 

Total penyerapan karbon diperkirakan mencapai 21.483,2 ton CO?e. Pada Desember 2025, perusahaan menanam mangrove di empat lokasi baru: Desa Matansala (Morowali), Desa Tosale (Donggala), Kelurahan Bungkutoko (Kendari), dan Desa Tapulaga (Konawe). Hingga 2026, IMIP menargetkan menanam 150.000 bibit mangrove.

Di sektor daratan, IMIP mengembangkan IMIP EduPark seluas 23 hektare sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian satwa endemik Sulawesi.  Pada 2024, IMIP bekerja sama dengan BKSDA memindahkan 20 ekor Macaca ochreata ke habitat baru di Taman Wisata Alam Tokobae.

TRANSISI ENERGI
IMIP juga mendorong pengurangan emisi melalui transisi energi. Tenant di kawasan industri mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik. PT Huayue Nickel Cobalt memanfaatkan energi panas sisa proses industri untuk pembangkit listrik mandiri. 

PT Dexin Steel Indonesia mengembangkan PLTS atap berkapasitas 65,89 MWp dengan 119.800 panel surya di area atap seluas 396.700 m². Sistem ini dilengkapi fasilitas penyimpanan energi 22 MW/22 MWh. Saat ini, IMIP menambah PLTS 18 MW untuk fasilitas bahan baku dengan progres sekitar 80%.

Dermawati menegaskan, seluruh langkah ini menunjukkan komitmen IMIP menjalankan industri bertanggung jawab sekaligus mendukung agenda global mitigasi perubahan iklim.

“COP30 menjadi momentum memperkuat aksi nyata mitigasi dan adaptasi krisis iklim. Kami memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring perlindungan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Dermawati.

Delegasi IMIP menghadiri forum COP30 di Brasil pada 10–21 November 2025. Forum membahas implementasi Perjanjian Paris, pengurangan emisi global, perlindungan hutan tropis dan biodiversitas, percepatan transisi energi bersih, serta pembiayaan teknologi hijau. 

Partisipasi ini menegaskan komitmen IMIP menerapkan prinsip keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan minimisasi dampak lingkungan di setiap proses produksi. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya