Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI yang tumbuh dinamis dituntut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan. Salah satu kawasan yang memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem adalah wilayah pesisir, yang menjadi penyangga alami bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan biota laut.
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebagai kawasan industri terintegrasi dengan fasilitas lengkap dari hulu hingga hilir, menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui program penanaman dan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan.
Program penanaman mangrove ini dilaksanakan secara terpadu, tidak hanya di dalam kawasan industri, tetapi juga di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, bahkan hingga menjangkau provinsi lain. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) yang berorientasi jangka panjang.
Sejumlah jenis mangrove ditanam dalam program ini, di antaranya Bruguiera gymnorrhiza (mangrove tancang), Rhizophora apiculata (bakau minyak), Rhizophora mucronata (bakau kurap), dan Rhizophora stylosa (bakau kecil).
Hingga saat ini, IMIP telah menanam lebih dari 10.000 bibit mangrove di berbagai lokasi di sekitar kawasan industri. Rinciannya, sebanyak 1.000 bibit ditanam di Sungai Kumpi, 2.000 bibit di Desa Padabaho, dan 4.000 bibit di Desa Bete-Bete.
Program ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali, Kelompok Pecinta Mangrove, hingga organisasi Lingkar Inovasi Terpadu.
Selain itu, tenant-tenant yang beroperasi di kawasan IMIP turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan rehabilitasi lingkungan tersebut. “Program ini merupakan bagian dari upaya kami dalam melindungi kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim dan ancaman abrasi,” ujar Head of CSR PT IMIP, R. Tommy Adi Prayogo, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan, bahwa konservasi mangrove tidak hanya dilakukan di sekitar kawasan industri, tetapi juga di luar Kabupaten Morowali, sebagai bagian dari program tahunan yang berkelanjutan.
Pada Juni 2025, IMIP merehabilitasi sekitar 10.700 bibit mangrove di Pantai Dupa Layana, Teluk Palu, Kota Palu.
Selanjutnya, pada Desember 2025, penanaman mangrove kembali dilakukan di empat lokasi baru, yakni sebanyak 10.000 bibit di Desa Matansala, 10.000 bibit di Desa Tosale, 5.000 bibit di Kelurahan Bungkutoko, serta 10.000 bibit di Desa Tapulaga.
Lokasi-lokasi tersebut tersebar di Kabupaten Morowali, Kabupaten Donggala, Kota Kendari, dan Kabupaten Konawe. IMIP menegaskan bahwa upaya rehabilitasi lingkungan tidak berhenti pada penanaman mangrove semata.
Dalam jangka panjang, perusahaan juga menjalankan program konservasi terumbu karang serta perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah pesisir dan perairan.
Mangrove memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami garis pantai, penahan gelombang, pencegah intrusi air laut, sekaligus habitat penting bagi berbagai jenis biota laut.
“Melalui upaya berkelanjutan ini, kami berharap ekosistem perairan tetap lestari dan keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat dapat terus terjaga,” pungkas Tommy. (E-2)
Neo+ Airport Jakarta memperingati ulang tahun pertama bertema '1st Anniversary of Kindness' dengan menanam mangrove dan menyantuni panti asuhan.
Penanaman mangrove bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pesisir.
Diharapkan gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya pelestarian kawasan Ujung Kulon.
Hingga saat ini, PGN Saka telah menanam 70.000 mangrove, melampaui target KPI yang telah ditetapkan.
AKSI kolektif untuk menjaga lingkungan kembali menunjukkan dampak nyata melalui inisiatif Blibli Tiket Action.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved