Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
TERSERET gelombang besar dan angin kencang, sebuah kapal tongkang menghantam pemukiman warga dan jembatan menuju makam Syeh Mudzkir di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Pemantauan Media Indonesia hingga Sabtu (7/3) dini hari, puluhaan warga di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak masih mengungsi di masjid, setelah sebuah kapal tongkang berukuran cukup besar menghantam perkampungan mereka dan jembatan menuju Makam Syeh Mudzkir.
Meskipun baru satu runah tang berada di pesisir pantai di desa itu yang rusak setelah tertabrak, namun warga khawatir hemiassn gelombang besar terjadi di perairan utara Jawa Tengah tersebut juga menghantam rumah-rumah mereka, apalagi kapal juga telah menabrak jembatan menuju makam yang berada di tengah laut tersebut.
"Kejadian pada Jumat (6/3) makam sekitar jam 19.00 WIB, gelombang besar disertai angin kencang mengakibat tongkang tersereret dan menghantam salah satu rumah warga," ujar Ahmadi, sajah seorang warga.
Bahkan ketika kapal tongkang berukuran besar bergerak cepat tidak terkendali,ungkap Syaiful, warga lainnya juga telah menghantam jembatan menuju makam Syeh Mudzkir, sehingga mengalami kerusakan cukup parah dan akan mengganggu aktivitas warga maupun peziarah. "Jadi sudah satu rumah dan jembatan rusak dihantam tongkang itu," imbuhnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedono Muham Faiz mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB mengakibat jembatan menuju Makam Syekh Mudzakir rusak dan selain merusak satu rumah warga juga hampir menghantam rumah-rumah lain yang berada di pesisir pantai di desa ini
Menurut Muham Faiz akibat peristiwa tersebut, warga yang tinggal di pesisir desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak menjadi ketakutan, sehingga terpaksa mengungsi ke masjid yang cukupbjsuh dari pantai untuk menghindari korban jiwa, apalagi gelombang tinggi disertai angin kencang masih berlangsung.
"Ada sekitar 45 orang sejak tadi malam mengungsi di masjid, karena kapal tongkang itu terus bergerak dihantam gelombang dan mengarahkan ke pemukiman warga," kata Muham Faiz.
Camat Sayung, Kabupaten Demak Sukarman membenarkan peristiwa tersebut, bahkan hingga saat ini masih belum diketahui pemilik dan muatan kapal tongkang yang terseret gelombang hingga menghantam jembatan dan pemukiman penduduk tersebut. "Kami masih mencari informasi dan data tentang jaodk itu," tambahnya.
Selain berupaya melakukan pendataan, ungkap Sukarman, pemerintah desa dan kecamatan berupaya mengatasi warga yang kini bertahan di masjid dengan mengkoordinasikan instansi terkait untuk kebutuhan akomodasi, karena saat ini bulan Ramadan harus disiapkan kebutuhan sahur.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sebuah tongkang bermuatan kosong, TK KPS 1203, dilaporkan lepas kendali dan kandas di perairan Pulau Raja, Batam, setelah dihantam cuaca ekstrem.
Masuknya tongkang hingga mendekati pulau dinilai sudah keluar dari jalur dan membahayakan warga.
INSIDEN tabrakan kapal terjadi di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura.
Kasi Operasi PLP Tanjunguban, Alfaizul, menjelaskan kebocoran terjadi akibat air laut masuk ke lambung kanan tongkang. Kondisi tersebut membuat kapal miring hingga 50 derajat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved