Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA pesisir Pulau Raja, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, dibuat waswas oleh kemunculan sebuah tongkang tua tanpa awak yang hanyut dan perlahan mendekati deretan rumah panggung nelayan, Sabtu (10/1).
Tongkang bernomor KPS 1203 SC 4691 itu pertama kali terlihat sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi kosong tanpa muatan maupun awak kapal. Kapal berukuran besar tersebut hanyut mengikuti arus laut dan angin, sehingga memicu kekhawatiran warga akan potensi benturan dengan permukiman pesisir.
Salah seorang nelayan setempat, Mahmud, 34, mengatakan tongkang itu terlihat saat ia hendak melaut. Melihat kapal tanpa awak mendekati kawasan pemukiman, puluhan warga langsung berkumpul di pesisir untuk memantau pergerakannya.
“Baru kali ini saya melihat tongkang tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Kami khawatir kalau sampai menabrak rumah nelayan karena tidak ada yang mengendalikan,” ujarnya.
Menurut dia, meski perairan sekitar Pulau Raja kerap dilintasi tongkang, jalur pelayaran normal berada lebih ke tengah laut. Masuknya tongkang hingga mendekati pulau dinilai sudah keluar dari jalur dan membahayakan warga.
“Kalau sudah masuk ke sini, itu bukan jalurnya lagi. Rumah warga di sini semuanya rumah kayu di pinggir laut. Sangat berbahaya kalau sampai kandas atau menghantam rumah,” katanya.
Diduga tongkang tersebut terbawa arus laut dan tiupan angin utara yang bertiup cukup kencang. Berdasarkan arah pergerakannya, kapal diperkirakan berasal dari kawasan Kabil.
“Dilihat dari arah angin dan posisinya, kemungkinan besar tongkang ini datang dari arah Kabil,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga belum mengetahui pemilik tongkang maupun tujuan awal kapal sebelum hanyut. Kondisi kapal yang sudah tua menambah kekhawatiran karena berpotensi mengganggu daerah tangkapan ikan serta membahayakan keselamatan warga pesisir.
“Itu tongkang tua. Dipakai untuk apa kami juga tidak tahu. Tiba-tiba saja sudah ada di sini,” kata Ananda, 33, nelayan lainnya.
Warga mengaku telah berkoordinasi dengan Syahbandar Kabil untuk meminta penanganan. Namun hingga saat ini, pihak syahbandar menyatakan belum menerima laporan terkait tongkang yang lepas atau hanyut dan masih berupaya menghubungi pemilik kapal. (H-2)
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sebuah tongkang bermuatan kosong, TK KPS 1203, dilaporkan lepas kendali dan kandas di perairan Pulau Raja, Batam, setelah dihantam cuaca ekstrem.
INSIDEN tabrakan kapal terjadi di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura.
Kasi Operasi PLP Tanjunguban, Alfaizul, menjelaskan kebocoran terjadi akibat air laut masuk ke lambung kanan tongkang. Kondisi tersebut membuat kapal miring hingga 50 derajat.
Diduga kapal berasal dari luar Pulau Jawa dan hanyut terbawa arus laut hingga akhirnya terdampar di wilayah pesisir pantai Brebes.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved