Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Banjir Bandang di Buleleng Bali, 1 Meninggal, 3 Hilang

Arnoldus Dhae, Ruta Suryana
07/3/2026 09:21
Banjir Bandang di Buleleng Bali, 1 Meninggal, 3 Hilang
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hilang pada banjir bandang di Kabupaten Buleleng, Jumat (6/3) malam(Dok Basarnas Bali)

BANJIR bandang di Kabupaten Buleleng, Bali, tepatnya di wilayah Dusun Santal dan Ambengan mengakibatkan 4 orang korban, 1 di antaranya  ditemukan sudah meninggal atas nama  Dewa Ketut Adi Suarjana (55), Jumat (6/3) sore. Sementara 3 korban lainnya yang dinyatakan hilang masih dalam pencaian tim SAR gabungan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan, tiga orang korban hiang tersebut yakni Komang Suci (44) beserta dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Ketiga korban ini dinyatakan hilang karena rumah mereka jebol diterjang luapan air dari Sungai Mendaum.

"Pencarian kemarin (Jumat) malam terkendala kondisi gelap, jarak pandang terbatas sehingga tidak efektif," ujar Kadek Donny, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng, Sabtu (7/3). 

Sesuai jadwal, Sabtu pagi ini  tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian terhadap 3 korban yang hilang tersebut. Area penyisiran akan difokuskan di sekitar rumah korban dan muara pantai hingga sepanjang bibir pantai. 

Peristiwa banjir bandang ini disebabkan cuaca ekstrem dengan curah hujan lebat, Jumat (6/3) sore.  Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sendiri menerima informasi Jumat malam pada pukul 22.10 Wita dari Camat Banjar. Merespon laporan tersebut, diberangkatkan 7 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi, yang setibanya di lokasi langsung berkoordinasi bersama camat dan unsur SAR lainnya. 

Dari informasi di lokasi, korban meninggal Dewa Ketut Adi Suarjana awalnya berupaya menyelamatkan mobilnya. Namun saat baru masuk ke mobil, secara tiba-tiba diterjang banjir bandang. Saksi mata menyebutkan, korban masih sempat keluar dari mobil dan meraih pohon kopi, namun nahas ia terhantam pohon besar yang terseret arus banjir. Jenazahnya baru ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah ketinggian air mulai surut dan selanjutnya dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia.

Unsur SAR gabungan yang terlibat operasi SAR Jumat malam, di antaranya Rescue Pos SAR Buleleng,  Wakil Bupati Buleleng dengan 4 rrang staf, Kapolres Buleleng dan anggota 10 personel, BPBD Buleleng, Polsek Banjar 20 orang personel, Brimob Gilimanuk pos Patas 13 personel, serta unsur lainnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya