Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR Makassar, Sulawesi Selatan, kembali meluas dan merendam permukiman warga di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Sebanyak 545 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah masjid dan sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian darurat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar hingga Rabu (25/2), jumlah pengungsi tercatat 545 jiwa dari 169 kepala keluarga (KK). Angka tersebut meningkat signifikan dalam 24 jam terakhir.
Enam titik pengungsian didirikan untuk menampung warga terdampak banjir. Wilayah Kecamatan Biringkanaya menjadi lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 140 KK atau 482 jiwa. Sementara di Kecamatan Manggala tercatat 29 KK atau 90 jiwa mengungsi.
Di Kecamatan Biringkanaya, pengungsi tersebar di Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF, Kelurahan Katimbang sebanyak 67 KK atau 232 jiwa. Kemudian di Masjid Nurul Ikhlas Kelurahan Katimbang sebanyak 40 KK atau 133 jiwa. Selain itu, 24 KK atau 86 jiwa mengungsi di SD Paccerakkang Kelurahan Katimbang, serta 9 KK atau 31 jiwa di Masjid Al Ramun Kelurahan Paccerakkang.
Sementara di Kecamatan Manggala, pengungsi diarahkan ke Masjid Jabal Nur Kelurahan Manggala sebanyak 12 KK atau 36 jiwa. Di Masjid Yuda Alfatih, tercatat 7 KK atau 27 jiwa mengungsi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyambangi pengungsi di Perumnas Antang Blok 10 untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan maksimal, terutama di bulan Ramadan.
"Ada 12 KK yang mengungsi di sini. Tinggi air di dalam rumah sekitar bawah lutut. Kami pastikan pelayanan maksimal, terutama untuk balita dan lansia," ujar Appi di Masjid Jabal Nur.
Ia juga mengecek langsung ketersediaan logistik, tempat istirahat, hingga konsumsi untuk buka puasa dan sahur. Appi menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, camat, dan lurah untuk siaga 24 jam.
"Respons cepat harus diberikan saat warga membutuhkan," tegasnya.
Appi menegaskan, penanganan darurat bukan satu-satunya fokus pemerintah kota. Evaluasi sistem drainase dan langkah mitigasi disiapkan agar banjir tidak terus berulang.
"Kami mencari solusi jangka panjang. Evaluasi drainase dan mitigasi bencana akan menjadi perhatian serius," tutupnya.
BPBD dan BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar mengatakan pihaknya terus melakukan evakuasi dan pemantauan kondisi pengungsi.
"Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan dipastikan terpenuhi. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat sembari menunggu cuaca membaik dan air surut," ungkap Fadli.
Hingga saat ini, sejumlah ruas jalan di Kota Makassar masih tergenang air dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter.
Sementara itu, BMKG Makassar memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Prakirawan Rezki Yudha menyebut wilayah Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, dan Takalar berisiko mengalami hujan sedang hingga lebat.
BMKG juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah Luwu, Pinrang, Enrekang, Sidrap, Soppeng, serta daerah pesisir barat dan selatan Sulawesi Selatan. (LN/I-1)
DALAM kurun 10 bulan pertama 2025, sedikitnya 134 anak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban kekerasan seksual.
Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menegaskan putusan MK soal pendidikan dasar gratis merupakan amanat Undang-Undang yang harus dipenuhi oleh negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved