Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKERJA Migran Indonesia (PMI) asal Desa Wangunjaya, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Dugaan kekerasan itu mencuat setelah korban mengunggah video yang kemudian viral di media sosial.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur Denny Widya Lesmana mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi identitas korban dan berkoordinasi dengan aparatur wilayah serta keluarga.
“Informasinya, ada PMI asal Cianjur di Timur Tengah mengalami dugaan kekerasan. Videonya viral di beberapa platform media sosial. Kami langsung berkoordinasi dengan camat dan pemerintah desa setempat,” ujar Denny, Rabu (24/2).
Saat memberikan keterangan pers, Denny didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Hero Santoso.
Menurut keterangan keluarga, korban telah bekerja di luar negeri sejak 2023 dan berangkat secara mandiri melalui sponsor. Dalam beberapa bulan terakhir, korban diduga mengalami kekerasan hingga akhirnya kabur dari rumah majikannya.
Korban kemudian dibantu tetangga majikan dan dibawa ke rumah sakit di Abu Dhabi. Dari informasi yang diterima Disnakertrans, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan telah menjalani pemeriksaan medis.
Denny menyebut pihak keluarga telah menyampaikan surat resmi kepada pemerintah daerah. Surat tersebut telah diteruskan ke Kementerian Luar Negeri untuk ditindaklanjuti melalui perwakilan RI di UEA.
“Informasi terakhir, pihak KJRI sudah mendatangi korban. Saat ini kami mendorong proses pemulangan dapat segera dilakukan,” katanya.
Ia menegaskan, pemberangkatan pekerja migran secara perorangan ke Timur Tengah berpotensi melanggar prosedur, mengingat masih adanya pembatasan penempatan pekerja migran sektor informal di kawasan tersebut. (BB/I-1)
Mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dipastikan meningkat dan berimbas pada peningkatan volume sampah yang ada.
PENGURANGAN transfer ke daerah (TKD) dinilai akan berdampak pada defisit anggaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tahun anggaran 2026 yang kemungkinan bakal makin membesar.
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan siaga bencana hidrometeorologi. Penetapannya diberlakukan hingga 7 bulan ke depan terhitung Oktober 2025.
Wilayah yang rawan kekeringan karena dampak kemarau, di antaranya Kecamatan Sukaluyu, Ciranjang, Cibeber, dan beberapa wilayah lainnya
Salah satu yang sudah mulai mengimplementasikan sekolah swasta gratis yaitu Kota Depok. Kabupaten Cianjur pun berharap bisa secepatnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved