Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Sekolah Fransiskus Pandan Diliburkan Pascabanjir

Januari Hutabarat
13/2/2026 21:33
Sekolah Fransiskus Pandan Diliburkan Pascabanjir
Guru dan siswa SMP dan SMA Fransiskus Pandan bergotong royong membersihkan sekolah.(MI/Januari Hutabarat)

YAYASAN Budi Bakti Keuskupan Sibolga meliburkan kegiatan belajar mengajar di SMP dan SMA Fransiskus Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, menyusul banjir yang kembali merendam kompleks sekolah tersebut, Kamis (12/2).

Kepala SMP Fransiskus Pandan, Suster Auster Roberta Zalukhu, mengatakan keputusan meliburkan sekolah disampaikan kepada orang tua siswa melalui sambungan telepon. Langkah ini diambil karena banjir setinggi sekitar 60 senti meter kembali menggenangi area sekolah. “Sekolah terpaksa kami liburkan karena banjir kembali masuk ke lingkungan dan ruang belajar,” ujar Suster Roberta, Kamis (12/2).

Ia menjelaskan, dalam satu kompleks pendidikan tersebut terdapat 139 peserta didik tingkat SMP dan 222 siswa SMA. Seluruh aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Menurutnya, pascabanjir besar pada 25 November 2025 lalu, seluruh ruang kelas dan gedung sekolah telah direnovasi, mulai dari perbaikan bangunan hingga pengecatan ulang. Namun banjir kembali terjadi pada Rabu (11/2) dan kembali merusak fasilitas sekolah.

“Saat banjir Rabu malam, kami bersama para staf turun langsung ke sekolah untuk mengamankan peralatan belajar. Puji Tuhan, sebanyak 30 unit komputer berhasil diselamatkan dari rendaman air,” katanya.

Usai banjir surut, para peserta didik turut datang ke sekolah secara sukarela untuk membantu membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah dari sisa lumpur.

Suster Roberta menambahkan, pada banjir 25 November 2025 lalu, ketinggian air mencapai sekitar dua meter dengan endapan lumpur setebal 60 sentimeter. 

Sementara pada banjir kali ini, ketinggian air sekitar 60 sentimeter dengan lumpur setebal 10 sentimeter, sehingga peralatan belajar masih dapat diselamatkan. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya