Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Beda Jadwal dengan Kemenag, Bosscha Gelar Pengamatan Hilal 18 Februari

Depi Gunawan
12/2/2026 19:23
Beda Jadwal dengan Kemenag, Bosscha Gelar Pengamatan Hilal 18 Februari
Pengamatan hilal di OBSERVATORIUM Bosscha.(Dok. OBSERVATORIUM Bosscha.)

OBSERVATORIUM Bosscha bakal melaksanakan pengamatan hilal untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada tanggal 18 Februari 2026.

Pengamatan ini berbeda dengan rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang dijadwalkan menggelar pemantauan hilal secara serentak di 96 titik pada Selasa, 17 Februari 2026.

Peneliti Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti mengungkapkan, data astronomis yang dikaji tim Bosscha menunjukkan hilal tidak dapat diamati pada tanggal 17 Februari karena bulan berada di bawah ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Lembang, Jawa Barat, tempat observatorium berada.

"Berdasarkan hasil perhitungan posisi bulan terhadap matahari pada tanggal 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H, posisi bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, sehingga hilal tidak bisa diamati pada hari itu," katanya, Kamis (12/2).

Diketahui bahwa posisi bulan sudah terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari. Dengan demikian, hilal tidak mungkin diamati saat matahari terbenam.

Menurut dia, hilal secara definisi merupakan bulan sabit muda yang dapat diamati setelah matahari terbenam, setelah terjadinya konjungsi (ijtimak).

"Karena bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam pada tanggal 17 Februari 2026, maka secara astronomis tidak tersedia peluang pengamatan hilal," ungkapnya.

Lebih jauh, data peta ketinggian bulan saat matahari terbenam di wilayah Indonesia juga menunjukkan bahwa ketinggian bulan berada pada nilai negatif, dengan kisaran sekitar -1,5° hingga -3,0°, yang menandakan bulan berada di bawah ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia.

"Maka mengacu pada kondisi astronomis tersebut, Observatorium Bosscha tidak melaksanakan pengamatan pada tanggal 17 Februari 2026," ujarnya.

Namun demikian, untuk kepentingan penelitian dan dokumentasi ilmiah terkait pengamatan bulan muda, tim Observatorium Bosscha akan melaksanakan kegiatan pengamatan pada tanggal 18 Februari 2026.

Menurut dia, pihak yang berwenang menentukan awal bulan Ramadhan adalah pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dalam proses sidang isbat yang akan diselenggarakan pada 17 Februari 2026.

"Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang
isbat," jelasnya.

Seperti diketahui, Kemenag RI sudah menyatakan akan melakukan pengamatan sekaligus sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan pada 17 Februari 2026. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya