Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tradisi Dugderan, Dandangan Jelang Ramadan Hidupkan Ekonomi Semarang dan Kudus

Akhmad Safuan
08/2/2026 11:37
Tradisi Dugderan, Dandangan Jelang Ramadan Hidupkan Ekonomi Semarang dan Kudus
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

TRADISI pesta rakyat jelang Ramadan menjadi daya tarik dua daerah di Jawa Tengah yakni Dugderan di Kota Semarang dan Dandangan di Kabupaten Kudus, jutaan pengunjung selalu hadir dan tidak ingin melewatkan di dua kegiatan tersebut hingga menghidupkan ekonomi kedua daerah.

Suasana Kota Sebatang terutama di seputar Alun-alun, Pasar Johar dan Masjid Agung Kauman berubah total, ratusan pedagang dadakan mulai menempati kios tenda yang didirikan di Jalan Ki Nartosabdo, Jalan KH Agus Salim untuk menjajakan aneka dagangan mulai kuliner, kerajinan, pakaian hingga kebutuhan rumah tangga.

Tradisi bazar rakyat yang diselenggarakan sejak berabad-abad lalu setiap jelang Ramadan disebut Dugderan selalu menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya oleh warga Kota Semarang tetapi juga daerah sekitarnya, untuk mencari barang khas yang sudah mulai punah dan harya dijual pada kegiatan itu seperti Warak Ngendok, mainan tembikar, gangsingan dan lainnya.

Sementara itu di Kabupaten Kudus kegiatan berupa yang disebut Dandangan juga mulai digelar pada 9-18 Februari 2026 di Kawasan Sunan Kudus sampai Jalan Jember yang diikuti 800-1.000 pedagang dan UMKM baik dari Kudus maupun luar daerah. "527 gerai untuk pedagang tersedia telah terisi penuh," kata Plh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko.

Manajer Direktur Tradisi Dandangan Anjas Pramono mengatakan kegiatan tradisi Dandangan di Kudus diselenggarakan setiap jelang Ramadan selalu meningkat setiap tahunnya, baik itu jumlah pedagang, pengunjung hingga jumlah gerai yang disiapkan, sehingga untuk tahun ini sangat optimistis bahwa perputaran uang mencapai target yang sudah dicanangkan.
"Pada tahun lalu, dari  target perputaran uang di angka Rp1,2 miliar per hari dan tahun ini kami prediksi bisa mencapai Rp1,5 miliar per hari, bahkan dapat menyentuh di angka Rp1,8 miliar per hari,” ujar Anjas Pramono Minggu (8/2).

Besarnya putaran ekonomi yang pada tradisi Dandangan ini, menurut Anjas Pramono, karena banyaknya pengunjung yang datang ke acara yang berlangsung setahun sekali ini, dipredikskan pada kegiatan ini jumlah pengunjung dapat mencapai 38.000-80.000 orang per hari dan sebagian besar akan membelanjakan uangnya di bazar rakyat tersebut.

Pasar Imlek dan Dugderan 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari mengungkapkan kegiatan Dugderan tahun ini yang diselenggarakan 7-16 Februari 2026 diperkirakan akan menarik, karena bertepatan dengan Imlek, sehingga keramaian pengunjung tidak hanya di lokasi Dugderan, tetapi juga di Pecinan Semarang yang juga ada Pasar Semawis.

Pada event Dugderan dan Pasar Semawis ini, ungkap Indriyasari, ditargetkan jumlah kunjungan yang datang tercapai 8,9 juta, sehingga jumlah perputaran uang di dua kegiatan tersebut cukup besar hingga miliaran rupiah karena sebagian besar pengunjung akan membelanjakan uangnya baik untuk membeli barang atau sekedar untuk transportasi dan parkir.

"Hari pertama pembukaan kebarin Sabtu (7/2) jumlah pengunjung Dugderan penuh hingga mencapai ratusan ribu, sehingga diperkirakan akan meningkat setiap harinya hingga penutupan mendatang," katanya.

Adanya dua agebda yakni Pasar Semawis jelang Imlek dan Dugderan jelang Ramadan, demikian Indriyasari, maha secara bersamaan akan ada tiga titik keramaian di Kota Semarang yakni Jalan Ki Nartosabdo - Jalan KH Agus Salim, Seputar Masjid Agung Kauman dan Pecinan Kira Semarang.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim secara terpisah berharap kedua event (Dugderan dan Pasar Semawis) ini tidak dipandang sebagai kompetisi, melainkan kolaborasi budaya Tionghoa, Islam dan Jawa yang selama ini telah berjalan saling bersinergi dan saling mendukung di Kota Semarang.

"Kedua tradisi di Kota Semarang ini membuktikan semangat keberagaman yang ada, bahkan Dugderan dan Pasar Semawis saling berdampingan dan tetap rukun terpadu," tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya