Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sulbar Siaga Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan

Lina Herlina
30/1/2026 05:49
Sulbar Siaga Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan
Ilustrasi(MI/Lina Herlina)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat meningkatkan status kesiapsiagaan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan, mulai 27 Januari hingga 2 Februari 2026. 

Monsun Asia hingga fenomena CENS diprediksi memicu hujan lebat disertai angin kencang yang berisiko menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengonfirmasi bahwa laporan prospektif cuaca dari BMKG telah diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD. 

Ia menegaskan, informasi ini menjadi landasan kritis untuk mempercepat langkah antisipasi dan mitigasi di seluruh wilayah.

“Kondisi atmosfer saat ini sangat dinamis. Penguatan Monsun Asia, aktifnya Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), dan keberadaan ITCZ berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi serta angin kencang. Kami tidak boleh lengah,” tegas Yasir Fattah, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, dinamika cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh anomali iklim La Niña lemah, kelembapan udara tinggi, dan atmosfer yang labil. Dalam beberapa hari terakhir, fenomena serupa telah menyebabkan hujan ekstrem di sejumlah daerah di Indonesia.

Menghadapi ancaman tersebut, BPBD Sulbar telah menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh BPBD kabupaten dan melakukan koordinasi intensif dengan BMKG untuk pemantauan real-time. Masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah praktis.

“Kami mendorong seluruh pemerintah kabupaten, aparat desa, dan komunitas untuk segera membersihkan saluran air dan selokan, memangkas dahan pohon yang rapuh, serta mengamankan barang di area terbuka dari terpaan angin,” pesan Yasir Fattah.

Ia juga mengingatkan warga untuk menghindari berkegiatan di tepi tebing, sungai, atau daerah rawan longsor dan banjir. Masyarakat diminta segera melaporkan kejadian darurat atau tanda-tanda bahaya kepada posko BPBD terdekat.

Pemprov Sulbar menekankan perlindungan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Dengan peningkatan kewaspadaan ini, BPBD Sulbar berharap dapat meminimalisir dampak dan korban jiwa jika cuaca ekstrem benar terjadi dalam sepekan mendatang. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya