Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dua Saksi Sidang Ijazah Jokowi Beberkan Pertemanan Semasa Masih Kuliah di UGM

Widjajadi
27/1/2026 16:24
Dua Saksi Sidang Ijazah Jokowi Beberkan Pertemanan Semasa Masih Kuliah di UGM
Sidang kasus gugatan perdata citizen law suit (CLS) untuk menguak ijazah Jokowi.(MI/Widjajadi)

 

DUA saksi seangkatan Joko Widodo, di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, membeberkan banyak peristiwa yang mereka alami bersama Presiden Ke-7 RI itu semasa kuliah di Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980. 

Hal itu mereka ungkapkan dalam kepada Majelis Hakim PN Surakarta yang mengadili kasus gugatan perdata citizen law suit (CLS) untuk menguak ijazah Jokowi.

Sederet bukti mulai dari album foto dan foto wisuda bersama, pengalaman atau momen-momen bersama Jokowi sebagai rekan satu angkatan pada 1980, diungkapkan secara panjang lebar oleh saksi Saminudin dan Mustoha Iskandar. Mereka menyampaikan hal itu untuk menjawab pertanyaan Majelis Hakim, kuasa hukum Jokowi yang mengajukan mereka berdua sebagai saksi, dan tim kuasa hukum penggugat, pada sidang kesaksian hari Selasa (27/1).

Saksi Saminudin Barori Tou, pensiunan pegawai Dinas Kehutanan Aceh secara fasih menjelaskan, banyak perjumpaan antara dirinya dengan Joko Widodo (saat itu belum dikenal panggilan Jokowi) semasa masih kuliah satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM. "Ya pertemuan itu sering terjadi di perpustakaan Faskultas Kehutanan atau ruang kuliah. Banyak dan saling bercerita," tukas Saminudin.

Dia juga mengaku ijazah miliknya ikut disita Polda Metro Jaya, saat dirinya menjadi saksi diperiksa di Polres Sleman untuk penyelidikan ijazah milik Jokowi yang dituding palsu.

LOKASI CAP FOTO
Namun ada yang menarik ketika advokat M Taufik dan Andika selaku kuasa hukum penggugat, mempertanyakan soal, cap yang ada di ijazah itu berada di atas foto atau di bawah foto. Hal itu ditanyakan, karena cap di ijazah Fakultas Kehutanan milik Joko Widodo ada di bawah foto.

Saminudin sendiri seperti ragu untuk menjawab pertanyaan krusial, terkait cap yang melekat dengan foto tersebut, meski secara gamblang ia mengaku melihat foto Joko Widodo dalam ijazah memakai kacamata.

"Kami saling lihat (ijazah ) saat wisuda November 1985. Pak Joko Widodo dalam ijazah memakai kaca mata. Ketika diwisuda juga memakai kaca mata. Tapi sekarang tidak pakai kaca mata," lugas Saminudin yang memiliki nomor induk mahasiswa (NIM) 1119 dan Jokowi 1120, atau berurutan.

Pada bagian lain ia menuturkan, bahwa seingatnya bahwa pada masa perkuliahan 1980 - 1985 tidak ada mahasiswa Fakultas Kehutanan yang memiliki gelar sarjana muda. Namun di Fakultas Kehutanan ada petunjuk tentang studi program S1 yang terdiri sarjana muda (S1 bawah) dan program pendidikan S1, yang keduanya merupakan integral, untuk mengevaluasi perkuliahan.

"Ya syaratnya tidak boleh ada nilai 2 atau C dan harus menyelesailan total 120 SKS. Istilahnya program studi yang terintegrasi pada program pendidikan S1," ulas dia.

IJAZAH HILANG
Saminudin menegaskan, dirinya mengetahui ada gugatan perdata CLS, karena Jokowi tidak mau menunjukkan ijazah. Ditanya soal kemungkinan ijazah hilang, ia menerangkan, bahwa jika ada kasus seperti itu, tidak ada ijazah pengganti. Yang ada adalah surat keterangan dari yang menerbitkan, bahwa ijazah telah hilang. "Ijazah merupakan fakta otentik," katanya.

Begitu halnya ketika disinggung tentang lokasi KKN Joko Widodo di Desa Ketoyan, Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Saminudin mengaku baru mengetahui ketika ada pertemuan antara pihak rektor dengan TPUA pada 15 April tahun lalu. 

Ia juga tidak bisa menjawab apakah nama Jokowi ada di antara lima nama mahasiswa Fakultas Kehutanan yang melakukan KKN di Ketoyan. M Taufik mencoba memberikan penjelasan, bahwa dari hasil investigasi, ternyata dari lima nama Fakultas Kehutanan itu, tidak ada nama Jokowi.

KEBERSAMAAN DENGAN JOKOWI 
Sementara itu, menjawab pertanyaan advokat YB Irpan yang menjadi kuasa hukum Jokowi tentang kebersamaan Saminudin dengan Jokowi semasa masih kuliah, ditunjukkan dengan sejumlah foto, yang diperlihatkan dan ditonton bersama di depan Majelis Hakim yang diketuai Achmad Satibi.

Irpan seusai persidangan yang mengjadirkan dua saksi fakta mengatakan, dengan penjelasan Saminudin dan Mustoha Iskandar semua terjawab konkrit, bahwa Jokowi memang betul kuliah di Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, yang diwisuda pada November 1985. 

"Dan materai yang tadinya dipertanyakan juga sudah terjawab, yakni benar warna hijau dengan nilai Rp100," tegas advokat senior di Solo itu. Sidang dilanjutkan sepekan depan. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya