Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DILANDA cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Jumat (23/1) dan tanah longsor serta banjir bandang di lereng gunung, seluruh jalur pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, ditutup sementara dari kegiatan pendakian.
Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (24/1), cuaca ekstrem terjadi sejak Jumat (23/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Ini tidak hanya menambah korban dan harta benda juga ribuan warga masih bertahan di pengungsian.
Aktivitas pendakian di sejumlah gunung di akhir pekan juga terhenti akibat cuaca ekstrem melanda tersebut. Bahkan pengelola Gunung Slamet mengambil keputusan menutup seluruh pintu jalur pendakian mulai Sabtu (24/1) untuk menghindari terjadi kecelakaan bagi para pendaki.
Jalur pendakian Gunung Slamet yakni jalur Bambangan dan Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga, Guci dan Permadi (Tegal), Cemara Sakti, Dipajaya (Pemalang), Kaliwadas (Brebes), dan Baturraden (Banyumas) ditutup bagi kegiatan pendakian menyusul cuaca ekstrem yang terjadi dan bencana hidrometeorologi tersebut.
"Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Slamet tersebut diambil sebagai langkah antisipasi guna menjaga keselamatan pendaki," kata Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat Sugeng Utomo.
Menurut Sugeng Utomo, penutupan jalur pendakian Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut itu belum dapat memastikan batas waktunya, karena masih tetap mempertimbangkan kondisi cuaca hingga beberapa hari ke depan dan juga mempertimbangkan kondisi bencana yang terjadi di lereng gunung.
Sejumlah bencana di daerah lereng Gunung Slamet akibat cuaca ekstrem terjadi sejak Jumat (23/1), ungkap Sugeng Utomo, juga menjadi pertimbangan seperti banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, hingga 110 warga Dusun Bambangan yang mengungsi.
Selain itu, banjir bandang kembali melanda di kawasan Wisata Alam Guci Tegal hingga memusnahkan seluruh fasilitas pancuran air panas di Pancuran 13 dan menyapu 3 jembatan wisata menyisakan bagian oprit. Ada juga banjir dan longsor di Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Paguyangan, Brebe mengakibatkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur.
Demikian juga banjir bandang melanda empat desa di Pemalang yakni Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu (Kecamatan Pulosari), serta Sima di (Kecamatan Moga) berdampak kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, infrastruktur penghubung antardesa. Ini juga mengakibatkan 1 korban jiwa, 22 luka, dan 119 jiwa mengungsi.
"Cuaca ekstrem masih terjadi hingga Sabtu (24/1) petang ini. Selain melakukan penanganan banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan itu, kami juga terus memantau kawasan lain di lereng Gunung Slamet," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah Armin Nugroho, (I-2)
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
Hadapi cuaca panas ekstrem di Jakarta, Pemprov DKI imbau warga lakukan langkah pencegahan. Simak panduan kesehatan dan instruksi Gubernur Pramono Anung di sini.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah sudah mulai mereda pada Rabu (18/3), namun di banyak daerah masih berpeluang diguyur hujan ringan-sedang terutama di jalur mudik.
Libur Lebaran, DPRD DIY Ingatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
BPBD Jatim telah mendirikan 38 posko tanggap darurat maupun posko siaga darurat di seluruh kabupaten/kota serta menyiagakan 300 personel untuk penanganan bencana sebagai upaya kesiapan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved