Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cuaca Ekstrem, Seluruh Jalur Pendakian di Gunung Slamet Ditutup 

Akhmad Safuan
24/1/2026 23:23
Cuaca Ekstrem, Seluruh Jalur Pendakian di Gunung Slamet Ditutup 
Banjir bandang di Pulosari, Kabupaten Pemalang, mengakibatkan 1 korban jiwa, 22 luka, dan 119 jiwa mengungsi.(MI/Akhmad Safuan)

DILANDA cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Jumat (23/1) dan tanah longsor serta banjir bandang di lereng gunung, seluruh jalur pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, ditutup sementara dari kegiatan pendakian.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (24/1), cuaca ekstrem terjadi sejak Jumat (23/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Ini tidak hanya menambah korban dan harta benda juga ribuan warga masih bertahan di pengungsian.

Aktivitas pendakian di sejumlah gunung di akhir pekan juga terhenti akibat cuaca ekstrem melanda tersebut. Bahkan pengelola Gunung Slamet mengambil keputusan menutup seluruh pintu jalur pendakian mulai Sabtu (24/1) untuk menghindari terjadi kecelakaan bagi para pendaki.

Jalur pendakian Gunung Slamet yakni jalur Bambangan dan Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga, Guci dan Permadi (Tegal), Cemara Sakti, Dipajaya (Pemalang), Kaliwadas (Brebes), dan Baturraden (Banyumas) ditutup bagi kegiatan pendakian menyusul cuaca ekstrem yang terjadi dan bencana hidrometeorologi tersebut.

"Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Slamet tersebut diambil sebagai langkah antisipasi guna menjaga keselamatan pendaki," kata Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat Sugeng Utomo.

Menurut Sugeng Utomo, penutupan jalur pendakian Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut itu belum dapat memastikan batas waktunya, karena masih tetap mempertimbangkan kondisi cuaca hingga beberapa hari ke depan dan juga mempertimbangkan kondisi bencana yang terjadi di lereng gunung.

Sejumlah bencana di daerah lereng Gunung Slamet akibat cuaca ekstrem terjadi sejak Jumat (23/1), ungkap Sugeng Utomo, juga menjadi pertimbangan seperti banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, hingga 110 warga Dusun Bambangan yang mengungsi.

Selain itu, banjir bandang kembali melanda di kawasan Wisata Alam Guci Tegal hingga memusnahkan seluruh fasilitas pancuran air panas di Pancuran 13 dan menyapu 3 jembatan wisata menyisakan bagian oprit. Ada juga banjir dan longsor di Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Paguyangan, Brebe mengakibatkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur.

Demikian juga banjir bandang melanda empat desa di Pemalang yakni Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu (Kecamatan Pulosari), serta Sima di (Kecamatan Moga) berdampak kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, infrastruktur penghubung antardesa. Ini juga mengakibatkan 1 korban jiwa, 22 luka, dan 119 jiwa mengungsi.

"Cuaca ekstrem masih terjadi hingga Sabtu (24/1) petang ini. Selain melakukan penanganan banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan itu, kami juga terus memantau kawasan lain di lereng Gunung Slamet," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah Armin Nugroho, (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya