Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil memecahkan satu teka-teki forensik dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Satu kantong jenazah berisi potongan tulang, yang sempat menjadi perhatian khusus, akhirnya berhasil dipastikan sebagai bagian tubuh dari Hariadi (57), kru engineer pesawat. Temuan ini melengkapi identifikasi kesepuluh korban, memberikan jawaban pasti kepada keluarga meski dalam kondisi yang tidak utuh.
Sebelumnya, 11 kantong jenazah yang diterima tim forensik, satu di antaranya hanya berisi potongan tulang tangan. Kantong bernomor PM 62.B.03 itu menjadi perhatian khusus dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) itu.
Dalam jumpa pers di Gedung Biddokes Polda Sulsel, Sabtu (24/1), Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengonfirmasi bahwa potongan tulang tersebut akhirnya teridentifikasi.
“Di dalam 11 pack body itu, ada satu yang berisi tulang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Biddokes, ternyata ini identik dengan korban atas nama Hariadi,” jelas Kapolda.
Hariadi, yang berusia 57 tahun, adalah seorang kru engineer pesawat yang beralamat di Perumahan Puri Kahuripan, Karanganyar, Jawa Tengah.
Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan bagian tubuh (body part) dari kantong PM 62.B.03 dan PM 62.B.06 dengan data ante mortem (sebelum kematian) korban bernomor AM 003.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes M. Haris, menjelaskan bahwa identifikasi terhadap Hariadi dan korban lainnya dilakukan melalui pemeriksaan komprehensif yang meliputi sidik jari, data gigi, properti pribadi, dan ciri-ciri medis khusus.
Meski hanya berupa bagian tubuh, metode perbandingan forensik yang cermat berhasil memberikan kepastian.
“PM 62.B.03 dengan PM 62.B.06 body part, cocok dengan nomor AM003 dan teridentifikasi sebagai Hariadi,” ujar Haris saat membacakan hasil identifikasi.
Identifikasi terhadap Hariadi, meski dalam kondisi yang tidak lengkap, menjadi penutup dari babak pencarian identitas korban.
Jenazah Hariadi, terlah diserahkan bersama jenazah lainnya. Serah terima dilakukan di Dokkes Polda Sulsel, dan kemudian diterbangkan ke kampung halaman.(H-2)
TIM DVI Biddokes Polda Sulsel berhasil mengungkapkan identitas jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yakni Esther Aprilita Sianipar, peramugari maskapai.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Moh Syafi'i mengungkapkan tim SAR gabungan melakukan evakuasi dua kantong berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.
Tim DVI fokus pada identifikasi korban ketiga pesawat ATR 42-500 yang baru diterima dari tim pencari dan evakuasi (SAR), yang ternyata hanya bagian tubuh saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved