Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Rendra Anugerah Putra, 8, masih pelan, tapi kini jauh lebih mantap. Bocah asal Desa Tungkal Selatan, Durian Gadang, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, itu tersenyum kecil ketika kakinya menapak lantai. Kaki palsu berwarna hitam yang terpasang di bawah lututnya menjadi penanda awal hidup baru, setelah kecelakaan tragis yang hampir merenggut masa kecilnya.
Desember 2024 lalu, Rendra menjadi korban kecelakaan lalu lintas di dekat rumahnya. Sebuah truk sampah milik DLH menabraknya sekitar pukul 12.00 WIB. Kondisinya kritis. Lima jam kemudian, di Rumah Sakit Tamar Medical Centre (TMC) Pariaman, dokter memutuskan amputasi demi menyelamatkan nyawanya. Saat itu, Rendra masih duduk di kelas II SD Negeri 05 Tungkal Utara Sungai Batuang.
“Namanya anak-anak, sekarang sudah bisa beraktivitas seperti biasa, sudah mandiri,” tutur ibunya, Nova Oktalinda, 36.
Sebelumnya Rendra sempat mendapat kaki palsu dari Pemerintah Kota Pariaman. Namun bantuan terbaru ini menjadi harapan baru, membuat langkah Rendra kian ringan.
Harapan itu datang dari kolaborasi Kick Andy Foundation dan InJourney Bandara Internasional Minangkabau, yang kembali menyalurkan bantuan kaki palsu bagi penyintas disabilitas, termasuk anak-anak korban kecelakaan dan bencana di Selasar Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (23/1).
Bantuan CSR InJourney Bandara Internasional Minangkabau ini, ada 42 unit kaki palsu yang diserahkan, 197 kacamata siswa, 52 buku braille. Disaat bersamaan juga ada penanaman 3.000 pohon. Founder Kick Andy Foundation, Ali Sadikin, mengatakan program kaki palsu berawal dari keprihatinan sederhana.
"Kita ini sebenarnya hanya perpanjangan tangan Allah,” ujarnya lirih.
Ia mengenang, setelah satu liputan di Metro TV tentang orang baik yang memberi kaki palsu, permintaan datang bertubi-tubi.
"Habis itu ada dua ribu orang minta kaki palsu ke kami. Kami bingung. Dalam kebingungan itu, istilahnya kami ngamen, mengemis ke BUMN, ke Angkasa Pura, ke Bank Mandiri,” kata Ali sambil tersenyum.
Dari situ, kerja kemanusiaan itu tumbuh menjadi gerakan besar. Hingga kini, lebih dari 10 ribu kaki palsu telah disalurkan Kick Andy Foundation melalui kerja sama dengan berbagai BUMN, TNI, dan Polri. Untuk Sumatera Barat sendiri, kerja sama dengan Angkasa Pura, kini InJourney, telah berjalan selama lima tahun.
“Kaki palsu kami dibuat ringan, supaya orang bisa beraktivitas seperti normal. Mudah diperbaiki. Kalau rusak, cukup ditambal pakai resin, bahan bangunan biasa,” jelas Ali.
Tak hanya memberi, Kick Andy Foundation juga membuka jalan kemandirian. Mereka menyediakan pelatihan pembuatan kaki palsu di Mojokerto, Jawa Timur, bersama perajin bernama Sugeng.
"Kalau ada anak Sumbar mau belajar, kami sekolahkan gratis, makan, tempat tinggal. Bisa dipakai sendiri atau dijual. Di online harganya bisa Rp5 juta,” kata Ali.
Ia menyebut, di beberapa daerah, para peserta pelatihan kini menjadi relawan sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Sementara itu, General Manager Injourney Airports KC BIM, Dony Subardono menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial berkelanjutan. Perwakilan InJourney menyebut, penyaluran kaki palsu hari ini merupakan gabungan dari beberapa program sosial yang sempat tertunda akibat bencana.
"Hari ini kami menyalurkan bantuan kaki palsu bekerja sama dengan Kick Andy Foundation, juga buku braille dan kacamata untuk tunanetra,” ujarnya.
Ini menjadi kerja sama keenam antara InJourney dan Kick Andy Foundation untuk Sumatra Barat. Selain bantuan disabilitas, InJourney juga menggelar penanaman pohon.
"Secara nasional target kami satu juta pohon. Pagi ini ditanam 3 ribu pohon, termasuk di lingkungan bandara dan rencana normalisasi sungai,” tambah Dony.
Seluruh kegiatan ini masuk dalam program CSR, dengan harapan dapat membangkitkan semangat masyarakat, terutama dalam masa pemulihan pascabencana. Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menyambut baik kolaborasi tersebut.
“Kami masyarakat Padang Pariaman sangat bersyukur. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan kolaborasi seperti ini terus berlanjut, menularkan kebahagiaan,” katanya.
Di tengah deretan angka, program, dan kerja sama itu, kisah Rendra tetap menjadi inti. Bocah kecil yang sempat kehilangan satu kaki itu kini kembali melangkah, menuju sekolah, menuju mimpi-mimpi sederhana yang sempat terhenti. Di setiap langkahnya, ada tangan-tangan yang saling menggenggam, mengubah empati menjadi aksi, dan luka menjadi harapan. (YH/E-4)
Baznas menyalurkan bantuan kaki prostetik kepada seorang penyandang disabilitas, Suryani, warga Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu
Pekerja menyelesaikan pembuatan kaki palsu di Sanggar Organ Prosthetic Ali Saga, Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif "1000 Kaki Palsu Bijisesawi" yang diinisiasi oleh YAKKUM.
Kementerian Sosial memberikan bantuan kaki palsu kepada 100 penyandang disabilitas dari berbagai kabupaten/kota di Aceh,
Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syamsul Hidayat mengutarakan program CSR kali ini menyasar kepada para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Sergai.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif "1000 Kaki Palsu Bijisesawi" yang diinisiasi oleh YAKKUM.
Bantuan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para penerima manfaat. Jumlah penyandang disabilitas yang mengajukan sebanyak 42 orang dan baru 19 yang menerimanya.
Penerima manfaat dapat membiasakan diri dengan bantuan ini agar nyaman digunakan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved