Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Basarna Evaluasi Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Hari Ini, Berakhir atau Diperpanjang

Lina Herlina
23/1/2026 17:36
Basarna Evaluasi Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Hari Ini, Berakhir atau Diperpanjang
Konferensi pers operasi evakuasi korban Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Sulawesi Selatan(Lina Herlina /MI)

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, akan mengevaluasi kelanjutan operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, perbatasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, pada hari ketujuh, Jumat (23/1). 

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Moh Syafi'i menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada hari ketujuh, sesuai protoper standar operasi SAR nasional yang berlangsung selama tujuh hari.

"Dalam pelaksanaan operasi SAR nasional sesuai aturan yang ada, pada hari ketujuh akan kita laksanakan evaluasi. Operasi bisa dihentikan sebelum hari ketujuh jika seluruh korban sudah ditemukan," tegas Syafi'i dalam jumpa pers di Gedung Biddokes Polda Sulsel, Jumat (23/1).

Progres evakuasi korban menunjukkan peningkatan. Basarnas telah menyerahkan total 11 kantong jenazah (body pack) kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel untuk proses identifikasi, termasuk tujuh kantong yang diserahkan hari ini.

"Kita telah menyerahkan 7 body pack kepada tim DVI. Dari total 11 yang sudah kita kirim, nanti (hasil identifikasi) apakah itu sudah mewakili 10 korban, itu yang sama-sama kita tunggu," jelas Syafi'i.

Keputusan penting mengenai perpanjangan operasi akan diambil berdasarkan hasil evaluasi yang melibatkan seluruh pihak terkait, terutama tim DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Evaluasi akan mempertimbangkan dua hal krusial. Pertama, konfirmasi dari DVI apakah jumlah body pack yang ditemukan telah mewakili semua korban. Kedua, penilaian dari KNKT apakah semua komponen pesawat yang vital untuk investigasi penyebab kecelakaan telah berhasil diamankan.

"Dari situlah nanti kita akan memutuskan bahwa operasi bisa kita hentikan sementara atau kita lanjutkan," tutur Syafi'i.

Namun, Basarnas menegaskan bahwa pintu operasi tidak akan sepenuhnya ditutup. Jika di kemudian hari ditemukan bagian tubuh korban atau serpihan pesawat lainnya, tim akan segera melaksanakan operasi evakuasi target.

"Andai saja ditemukan, walaupun itu sifatnya body pack atau potongan, operasi akan dilanjutkan dengan operasi evakuasi. Sudah bukan lagi operasi pencarian," tegasnya.

Syafi'i juga mengapresiasi kerja sama semua unsur dalam operasi gabungan yang terkoordinasi oleh SAR Mission Coordinator (SMC) ini, melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan potensi lainnya.

Ia pun menjelaskan, awal mula pencarian berawal dari laporan AIRNAV dan konfirmasi udara oleh pesawat surveillance TNI AU Boeing 737, yang mendeteksi serpihan pada 17 Januari 2026 lalu. Informasi ini diperkuat oleh laporan masyarakat yang menemukan potongan pesawat. 

Tim gabungan yang diterbangkan dengan helikopter Caracal kemudian berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat, yang menjadi dasar pengerahan seluruh potensi SAR. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya