Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Banjir Probolinggo: 5 Jembatan Putus dan 3 Rusak

Andhika Prasetyo
20/1/2026 12:07
Banjir Probolinggo: 5 Jembatan Putus dan 3 Rusak
Jembatan putus karena diterjang banjir di Probolinggo.(Antara)

BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat dampak signifikan akibat banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sedikitnya lima jembatan putus dan tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan jembatan yang putus berada di Dusun Beji, Desa Banjarsari; jembatan penghubung Desa Jangur–Desa Sumberbendo; jembatan Desa Brani Wetan–Desa Sumbersecang; jembatan di Dusun Mendek Kulon, Desa Sumberkramat; serta jembatan di Desa Kalianan.

“Selain itu, terdapat tiga jembatan yang mengalami kerusakan, masing-masing di penghubung Desa Ambulu–Desa Sumberbendo, Desa Satreyan–Desa Sumbersecang, serta jembatan di Desa Betektaman,” ujar Oemar saat dihubungi di Probolinggo, Selasa.

Ia menjelaskan, kerusakan dan putusnya jembatan tersebut dipicu banjir yang terjadi pada 11, 16, dan 17 Januari 2026. Dampaknya cukup besar terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik, meskipun hingga kini tidak ada desa yang terisolasi.

“Masih ada akses alternatif menuju desa lain, meski jaraknya menjadi lebih jauh. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk penanganan darurat dan rencana perbaikan,” katanya.

BPBD saat ini masih melakukan pemetaan prioritas perbaikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pemerintah desa. Sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah, sejumlah warga disebut telah membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara.

Selain infrastruktur jembatan, BPBD juga mencatat kerusakan plengsengan sebanyak delapan unit di beberapa lokasi akibat tingginya debit sungai saat banjir.

Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang turut menyebabkan kerusakan fasilitas pendidikan, salah satunya di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto. BPBD bersama instansi terkait telah melakukan asesmen awal untuk memastikan keamanan bangunan dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan data BPBD, rangkaian bencana di Kabupaten Probolinggo dalam beberapa waktu terakhir meliputi longsor di Kecamatan Krucil, banjir di Kecamatan Sumberasih dan Tongas, banjir di wilayah barat dan timur kabupaten, serta ambruknya ruang kelas di SDN Sumberkare 1, Kecamatan Wonomerto.

Oemar mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “BPBD akan terus siaga dan hadir bersama masyarakat dalam upaya penanganan maupun mitigasi bencana,” pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya