Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengaruh Siklon Tropis Nokaen serta bibit siklon tropis 97S diperkirakan akan memicu hujan di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam tiga hari ke depan, mulai Sabtu hingga Senin (17-19 Januari 2026). Intensitas hujan diprakirakan bervariasi dari ringan hingga lebat.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, suhu muka laut di wilayah Laut Jawa dan Samudra Hindia terpantau cukup hangat, yakni berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius. Kondisi tersebut disertai anomali suhu muka laut sekitar +0,5 derajat Celsius.
“Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer, sehingga sangat mendukung pertumbuhan awan hujan,” ujar Warjono dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1).
Selain itu, terpantau keberadaan Siklon Tropis Nokaen di sebelah timur Filipina, bibit siklon tropis 97S di utara Australia, serta bibit siklon 96S di Samudra Hindia barat Australia. Fenomena tersebut memicu terbentuknya pola konvergensi atau pertemuan angin di sebagian besar wilayah Pulau Jawa, termasuk DIY.
Warjono menambahkan, profil kelembapan udara vertikal di wilayah DIY pada ketinggian 1 hingga 3 kilometer (lapisan 850–700 mb) saat ini berada pada kisaran 70 hingga 95 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang signifikan bagi pembentukan awan hujan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, BMKG Yogyakarta memprakirakan cuaca Yogyakarta sebagai berikut:
BMKG Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, serta angin kencang. (E-3)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved