Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Banjir Kalsel Mulai Surut Sebagian Besar Pengungsi Kembali ke Rumah

Denny Susanto
16/1/2026 17:47
Banjir Kalsel Mulai Surut Sebagian Besar Pengungsi Kembali ke Rumah
Dapur umum untuk menyuplai makanan bagi korban banjir di Kalimantan Selatan.(MI/Denny Susanto)

BENCANA banjir yang sempat melanda delapan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan sebagian besar sudah surut. Dinas Sosial Kalsel perbanyak pembangunan kampung siaga bencana sebagai mitigasi bencana banjir tahunan dan berulang.

"Saat ini sebagian besar daerah terkena banjir sudah surut. Termasuk di Kabupaten Banjar ketinggian air juga mulai menurun dan sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah mereka. Namun masih ada desa-desa sepanjang DAS yang masih terendam," ungkap Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Ahmadi, Kamis (15/1).

Terkait hal ini Dinas Sosial Kalsel juga menghentikan kegiatan dapur umum provinsi dan Kemensos, selanjutnya diserahkan kepada masing-masing kabupaten. "Setelah 20 hari beroperasi dan atas berbagai pertimbangan terutama kondisi banjir yang berangsur surut, maka posko dan dapur umum kita tutup," kata Ahmadi.

Selama 20 hari beroperasi dapur umum Dinas Sosial Kalsel yang didukung Kemensos ini telah menghabiskan sedikitnya 14 ton beras   dan berton-ton ikan, ayam dan telur. Ahmadi memastikan stok pangan tanggap darurat mencukupi.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir hingga kini masih merendam lebih 100 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Banjar dengan jumlah warga terdampak lebih 48 ribu keluarga atau 140 ribu jiwa. Jumlah pengungsi berkurang dari 4.500 jiwa tersisa 1.040 jiwa. Banjir juga melanda tiga kecamatan di Kabupaten Barito Kuala dan sejumlah desa pesisir di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.

Plt Camat Sungai Tabuk, Ranuwaty Rosa Yulinda mengakui saat ini sebagian warga terdampak banjir yang tinggal di pengungian telah kembali ke rumah masing-masing. "Alhamdulillah debit air mulai berkurang dan pengungsi sudah mulai pulang ke rumah. Namun kami tetap menghimbau agar warga tetap waspada banjir susulan karena musim penghujan diperkirakan hingga beberapa pekan ke depan," ujarnya.

Saat ini Kabupaten Banjar masih berstatus tanggap darurat bencana banjir. Pada bagian lain banyak warga korban banjir mengeluhkan lambannya penanganan bencana oleh pemerintah termasuk para wakil rakyat di DPRD maupun DPR RI yang dinilai minim perhatian terhadap warga. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik