Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Viral Video BPBD Bireuen Tumpuk Bantuan di Gudang Penyimpanan

Amiruddin Abdullah Reubee
13/1/2026 19:26
Viral Video BPBD Bireuen Tumpuk Bantuan di Gudang Penyimpanan
Bahan makanan dan logistik lainnya untuk korban banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh yang masih tersimpan di gudang BPBD dan Dinas Sosial pemkab setempat.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

VIRAL di media sosial video merekam menumpuknya berbagai macam bantuan logistik di sebuah gudang yang diduga gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh. Dalam video terekam berbagai bantuan seperti beras, mie instan ditumpuk begitu saja hampir memenuhi seluruh gudang.

Video tersebut tentunya mendapat sorotan banyak pihak. Bencana banjir bandang yang menimpa wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah berlalu 47 hari yang lalu. Namun, masih banyak warga terdampak yang kesulitan karena bantuan yang minim.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, Selasa (13/1) puluhan ton bahan logistik korban banjir bandang itu bukan saja bahan makanan dan beras, tapi cukup banyak juga alat pembersih sampah banjir dan sedimentasi lompur seperti cangkul, skrup, dan kereta sorong (gerobak langsing). Semua barang itu tersimpan dalam gudang BPBD di kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. 

Sayang di lokasi-lokasi paling parah dihantam banjir seperti Kecamatan Kuta Blang, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Juli ribuan rumah masih tertimbun endapan lumpur berkisar 50 cm hingga 2 meter. Warga mengaku sangat membutuhkan peralatan kerja seperti cangkul, skrup, kereta sorong, gerobak dan lainnya. 

Untuk membeli alat kerja itu sekarang berat, karena kondisi ekonomi mereka sangat sulit dan terhenti total. Itu sebabnya banyak rumah-rumah masih dibiarkan penuh lumpur tebal hingga sampai jendela. 

Sebelumnya, pada Senin (12/1) Anggota Dewan Perwakilan Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang BPBD dan Dinas Sosial setempat di kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa. Puluhan ton beras, bahan makanan dan logistik lainnya ditemukan masih terkumpul tidak tersalurkan ke masyarakat korban terdampak banjir Sumatra 26-27 November 2025 lalu. 

Meskipun masa tanggal darurat sudah berakhir sekitar pekan lalu, namun ribuan korban masih sangat membutuhkan bantuan untuk bangkit dari keterpurukan. 

Ketika hal itu dipertanyakan DPRK, pihak BPBD yaitu Plt Kepala Pelaksana Donli Mardian dan anak buahnya beralasan penyaluran bantuan di lapangan sudah mencukupi. Sedangkan puluhan ton yang masih tersimpan di gudang adalah akan disalurkan kembali saat menghadapi bulan puasa mendatang. (MR/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya