Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRAL di media sosial video merekam menumpuknya berbagai macam bantuan logistik di sebuah gudang yang diduga gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh. Dalam video terekam berbagai bantuan seperti beras, mie instan ditumpuk begitu saja hampir memenuhi seluruh gudang.
Video tersebut tentunya mendapat sorotan banyak pihak. Bencana banjir bandang yang menimpa wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah berlalu 47 hari yang lalu. Namun, masih banyak warga terdampak yang kesulitan karena bantuan yang minim.
Sesuai penelusuran Media Indonesia, Selasa (13/1) puluhan ton bahan logistik korban banjir bandang itu bukan saja bahan makanan dan beras, tapi cukup banyak juga alat pembersih sampah banjir dan sedimentasi lompur seperti cangkul, skrup, dan kereta sorong (gerobak langsing). Semua barang itu tersimpan dalam gudang BPBD di kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Sayang di lokasi-lokasi paling parah dihantam banjir seperti Kecamatan Kuta Blang, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Juli ribuan rumah masih tertimbun endapan lumpur berkisar 50 cm hingga 2 meter. Warga mengaku sangat membutuhkan peralatan kerja seperti cangkul, skrup, kereta sorong, gerobak dan lainnya.
Untuk membeli alat kerja itu sekarang berat, karena kondisi ekonomi mereka sangat sulit dan terhenti total. Itu sebabnya banyak rumah-rumah masih dibiarkan penuh lumpur tebal hingga sampai jendela.
Sebelumnya, pada Senin (12/1) Anggota Dewan Perwakilan Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang BPBD dan Dinas Sosial setempat di kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa. Puluhan ton beras, bahan makanan dan logistik lainnya ditemukan masih terkumpul tidak tersalurkan ke masyarakat korban terdampak banjir Sumatra 26-27 November 2025 lalu.
Meskipun masa tanggal darurat sudah berakhir sekitar pekan lalu, namun ribuan korban masih sangat membutuhkan bantuan untuk bangkit dari keterpurukan.
Ketika hal itu dipertanyakan DPRK, pihak BPBD yaitu Plt Kepala Pelaksana Donli Mardian dan anak buahnya beralasan penyaluran bantuan di lapangan sudah mencukupi. Sedangkan puluhan ton yang masih tersimpan di gudang adalah akan disalurkan kembali saat menghadapi bulan puasa mendatang. (MR/E-4)
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di wilayah Sumatra, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
WAKIL Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan, bahwa penyelamatan sektor perekonomian kerakyatan harus menjadi salah satu fokus utama pemulihan pascabencana.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Relawan Kamie Muda Aceh menyalurkan sembako di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 5–6 Januari 2026.
Perbaikan difokuskan pada ruas Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pada 25 November 2025 lalu.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved