Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang terjadi pada kawasan Komplek Industri Lamicitra, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, lantaran jebolnya tanggul kolam retensi sepanjang 30 meter. Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal, Jumat (9/1).
Sementara itu untuk mengamankan peralatan dan mesin pabrik, pekerja diminta lebih dulu mengamankan benda-benda ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan karena khawatir banjir semakin tinggi seiring curah hujan yang tinggi mengguyur Kota Semarang sejak Kamis (8/1) sore.
Karyawan di sejumlah pabrik kawasan tersebut memilih berjalan kaki menerobos banjir. "Banjir masih merendam di luar pabrik baik di lapangan parkir maupun jalan masuk kawasan," ujar Ella, 40, seorang karyawan pabrik garmen di kawasan itu.
Emi, karyawan pabrik lain, mengatakan banjir sudah merendam gerbang kawasan sejak pagi hari. Namun, begitu melakukan absensi, pemimpin perusahaan meminta karyawan untuk segera pulang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengungkapkan banjir di kawasan industri Tanjung Mas, Semarang, tersebut disebabkan tanggul kolam retensi jebol sepanjang sekitar 30 meter pada Jumat (9/1), sekitar pukul 01.00 WIB.
"Akibat jebolnya tanggul itu, terjadi genangan di kawasan Lamicitra dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Kami sudah turunkan petugas untuk melakukan pemantauan," ujar Endro Pudyo Martanto.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kata Endro, banjir berdampak pada aktivitas perkantoran dan kawasan industri di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Endro menambahkan, untuk mengurangi banjir, Dinas PU Kota Semarang telah mengaktifkan pompa di kawasan tersebut.
"Kami telah koordinasikan dengan instansi terkait untuk mengatasi jebolnya tanggul kolam retensi," tuturnya.(M-2)
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved