Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tanggul Kolam Retensi Jebol, Kawasan Industri di Tanjung Mas Banjir

Akhmad Safuan
09/1/2026 15:06
Tanggul Kolam Retensi Jebol, Kawasan Industri di Tanjung Mas Banjir
Sejumlah karyawan pabrik di kawasan industri di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pulang lebih awal akibat banjir merendam sejak Jumat (9/1) dini hari(MI)

BANJIR yang terjadi pada kawasan Komplek Industri Lamicitra, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, lantaran jebolnya tanggul kolam retensi sepanjang 30 meter. Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal, Jumat (9/1).

Sementara itu untuk mengamankan peralatan dan mesin pabrik, pekerja diminta lebih dulu mengamankan benda-benda ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan karena khawatir banjir semakin tinggi seiring curah hujan yang tinggi mengguyur Kota Semarang sejak Kamis (8/1) sore.

Karyawan di sejumlah pabrik kawasan tersebut memilih berjalan kaki menerobos banjir. "Banjir masih merendam di luar pabrik baik di lapangan parkir maupun jalan masuk kawasan," ujar Ella, 40, seorang karyawan pabrik garmen di kawasan itu.

Emi, karyawan pabrik lain, mengatakan banjir sudah merendam gerbang kawasan sejak pagi hari. Namun, begitu melakukan absensi, pemimpin perusahaan meminta karyawan untuk segera pulang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengungkapkan banjir di kawasan industri Tanjung Mas, Semarang, tersebut disebabkan tanggul kolam retensi jebol sepanjang sekitar 30 meter pada Jumat (9/1), sekitar pukul 01.00 WIB.

"Akibat jebolnya tanggul itu, terjadi genangan di kawasan Lamicitra dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Kami sudah turunkan petugas untuk melakukan pemantauan," ujar Endro Pudyo Martanto.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kata Endro, banjir berdampak pada aktivitas perkantoran dan kawasan industri di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Endro menambahkan, untuk mengurangi banjir, Dinas PU Kota Semarang telah mengaktifkan pompa di kawasan tersebut.

"Kami telah koordinasikan dengan instansi terkait untuk mengatasi jebolnya tanggul kolam retensi," tuturnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik