Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Gubernur Kalsel Sebut Banjir Tak Pengaruhi Pertanian

Denny Susanto
07/1/2026 14:29
Gubernur Kalsel Sebut Banjir Tak Pengaruhi Pertanian
(MI/Denny Susanto)

GUBERNUR Kalimantan Selatan, Muhidin mengklaim kondisi bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten di wilayah tersebut tidak mempengaruhi sektor pertanian. Produksi padi (gabah kering giling/GKG) Kalsel sepanjang 2025 tercatat sebesar 1,183 juta ton dan ditargetkan meningkatkan menjadi 1,3 juta ton pada 2026.

"Banjir tidak mempengaruhi pertanian kita, produksi padi kita meningkat. Memang ada daerah yang dilanda banjir namun ada juga yang panen. Seperti di Batola ini akan memasuki panen raya. Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi cuaca yang ekstrem," tutur Muhidin di sela-sela kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan kepada Presiden RI secara daring di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara,  Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/1). 

Senada dikemukakan Kepala Dinas Pertanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman yang menyebut sebagian besar wilayah pertanian terdampak banjir seperti Kabupaten Banjar memang belum masuk musim tanam. "Ada lahan yang terkena banjir. Sebagian belum tanam dan ada pula tanaman yang sudah tinggi jadi berpengaruh," kata Syamsir.

Dikatakannya produksi padi Kalsel pada 2025 sebesar 1,183 juta ton naik dari produksi 2024 sebesar 1,163 juta ton. Dan pada 2026 pihaknya menargetkan peningkatan produksi hingga 1,3 juta ton. Produksi padi Kalsel ini menempati peringkat 10 di Indonesia. 

Produksi padi Kalsel ini tertinggi pada regional Kalimantan dan menjadikan Kalsel surplus produksi sebesar 276 ribu ton. Selama ini produksi padi Kalsel terutama padi lokal jenis siam dipasok ke provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim.

Syamsir menambahkan peningkatan target produksi ini didasarkan pada rencana optimalisasi lahan dan program cetak sawah seluas 30 ribu hektare. "Jika kita asumsikan produksi 5 ton perhektare maka akan ada tambahan produksi 150 ribu ton tahun 2026, belum termasuk optimalisasi lahan dan peningkatan indek pertanaman," ujarnya.

Selain padi, produksi jagung Kalsel juga meningkat 60 persen seiring adanya program tanam jagung yang memanfaatkan lahan tidur dan melibatkan jajaran kepolisian. Panen padi di Desa Beringin Jaya ini seluas 60 hektare dan diperkirakan akan memasuki panen raya pada akhir Januari mendatang. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya