Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir. Empat kecamatan terdampak yakni Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, Ratu Agung, dan Selebar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu I Made Ardana di Bengkulu, mengatakan, hujan deras selama dua hari terakhir mengakibatkan rumah warga kebanjiran.
"Sebanyak 2.792 orang atau 698 kepala keluarga di empat kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat (2/1) lalu," katanya.
Saat ini, lanjutnya, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan serta menyiagakan personel untuk penanganan darurat dan membantu warga terdampak.
"Meskipun demikian hingga saat tidak ada korban jiwa yang terdampak akibat banjir tersebut," imbuhnya.
BPBD, kata dia, telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kondisi darurat di lingkungan masing-masing. Selain itu, BPBD telah mendirikan pos pelayanan kesehatan di sejumlah titik lokasi yang terdampak banjir guna pengendalian kesehatan para korban terdampak.
Posko pelayanan kesehatan gratis tersebut dibuka di Kelurahan Tanjung Jaya, Kelurahan Kebun Tebeng, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Bentiring dan lainnya.
"Bagi masyarakat Kota Bengkulu yang membutuhkan pelayanan kesehatan segera mendatangi posko terdekat guna mengantisipasi timbulnya penyakit yang seringkali muncul saat banjir, seperti flu, demam, malaria, diare, dan lainnya," katanya.
Selama terdampak banjir, tenda pengungsian telah didirikan dan mengirim mobil dapur umum,dan perahu karet di lokasi yang terdampak banjir. (H-3)
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved