Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMANGAT kebersamaan pemuda-pemudi Mabapura kembali bergelora melalui perhelatan Festival Koropon 2025. Gelaran tahunan kali ini terasa jauh lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Mengusung tema "Mengembalikan Nafas Falgali", festival ini berhasil mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Puncak kemeriahan festival ditandai dengan penampilan kolosal 1.000 penari Lala Tradisional yang memadati area Desa Soa Sangaji dan Soa Laipoh, Kabupaten Halmahera Timur, Sabtu (27/12). Meski secara administratif mengambil skala mikro di tingkat desa, kemegahan acara ini dirasakan setara dengan ajang kelas provinsi.
Samsul Bahari, selaku perwakilan penyelenggara, menjelaskan bahwa persiapan intensif telah dilakukan selama kurang lebih 90 hari. Keberhasilan memecahkan rekor Muri ini melibatkan kolaborasi masif dari generasi muda di berbagai wilayah.
"1.000 peserta rekor Muri Pagelaran Tari Lala berasal dari 30 Sekolah SMP/SMA di seluruh Kecamatan Halmahera Timur, yaitu Kecamatan Kota Maba, Kecamatan Maba, Kecamatan Maba Selatan, Kecamatan Maba Tengah, Kecamatan Wasilei, Kecamatan Wasilei Tengah, Kecamatan Wasilei Timur," ujar Samsul, Senin (29/12).
Lebih dari sekadar mengejar rekor, Festival Koropon menjadi sarana revitalisasi nilai-nilai luhur masyarakat Maba. Samsul menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membumikan kembali konsep ‘Falgali’ kepada generasi penerus.
"Festival ini digelar untuk menjaga tali kebersamaan dan kekompakan warga masyarakat Mabapura demi melestarikan nilai-nilai 'Falgali’, yang dalam Bahasa Maba berarti saling membantu satu sama lain," terangnya.
Selain aspek pelestarian budaya, perhelatan ini terbukti memberikan dampak positif bagi roda ekonomi lokal.
"Kegiatan ini juga berhasil menghidupkan para pelaku usaha UMKM dan sekaligus mengembangkan minat generasi muda terhadap nilai-nilai kearifan lokal," tambah Samsul.
Diharapkan, Festival Koropon dapat terus menjadi agenda tahunan yang kokoh dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong partisipasi aktif pemuda dalam menjaga warisan leluhur di masa depan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting daerah, di antaranya Bupati Halmahera Timur, Sekda, Ketua DPRD, jajaran TNI-Polri, Kejari, Sangaji Maba, serta seluruh pimpinan SKPD Kabupaten Halmahera Timur yang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. (Z-1)
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
Melalui Gerakan Jambi Berpantun, daerah ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai pemilik kumpulan pantun terbanyak di Indonesia.
GEREJA St. Maria Goreti resmi ditahbiskan setelah dibangun selama empat bulan melalui dukungan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) bersama umat setempat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Rekor Muri sebagai instansi dengan “Implementasi Pemetaan Talenta PNS dan CPNS Terbanyak di Indonesia”.
Gerakan Tabola Bale yang mencerminkan kebudayaan Nusantara dikoreografikan secara khusus sehingga dapat dilakukan secara massal, tanpa kehilangan nilai estetik dan kekompakannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved