Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR estetika medis sekaligus pemilik Widya Esthetic Clinic, dr. Ayu Widyaningrum, M.M., Master of AAAM, Master of IBAMS, kembali mengukir prestasi gemilang. Tidak tanggung-tanggung, Ayu sukses menyabet tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) sekaligus atas dedikasi profesional dan aksi sosialnya yang tinggi.
Penghargaan tersebut diterima Ayu pada Jumat (27/2). Ketiga kategori rekor baru tersebut meliputi Pemberian Filler Dagu kepada Peserta Terbanyak dalam Waktu Satu Hari, Pemberian Selimut Terbanyak kepada Anak Panti, serta Pemberian Sarung Terbanyak kepada Anak Yatim.
Pencapaian ini memperpanjang daftar prestasi Ayu di Muri. Sebelumnya, pada 13 November 2025, ia telah meraih dua rekor (nomor 12506 dan 12507) sebagai Pemilik Klinik Kecantikan dengan Penghargaan Terbanyak,mencapai 237 penghargaan sejak 2018, dan Pemberian Terapi Sel Generatif Gratis Terbanyak kepada 100 pasien.
Terkait rekor medis yang diraihnya, Ayu mengaku hal tersebut merupakan bentuk pengembangan diri.
“Alhamdulillah dedikasi saya kembali meraih pengakuan. Sebenarnya Rekor MURI untuk Filler Dagu ini, saya ingin challenge diri saya sendiri untuk berusaha dan mendedikasikan keahlian saya untuk masyarakat atau pasien saya. Selain itu, saya harap Rekor Muri ini juga menginspirasi para teman sejawat untuk lebih meningkatkan skill dan kualitas diri,” ungkapnya.
Selain aspek profesional, sisi kedermawanan Ayu menjadi sorotan utama, terutama di bulan Ramadan tahun ini.
Baginya, berbagi dengan anak yatim dan panti asuhan adalah tradisi tahunan yang wajib dijalankan, bukan sekadar gaya hidup sosialita. Konsistensi ini terlihat dari jumlah penerima manfaat yang terus melonjak secara signifikan dari tahun ke tahun.
“Tentu saja ini bukan hal yang mudah. Tapi saya paham betul, masih banyak yang lebih bisa serta lebih mampu dibandingkan saya. Namun saya harap ini bisa menjadi salah satu inspirasi bagi semua orang bahwa berbagi itu tidak harus menunggu rezekinya banyak dulu. Kita bisa mulai berbagi dari jumlah yang kecil. Saya ingat pertama kali saya berbagi itu awalnya untuk 200 orang, kemudian bertambah ke 500, 1.500, lalu 2.500, sampai Alhamdulillah di 3.500 orang,” jelas Ayu.
Lebih dari sekadar pengakuan nasional, Ayu menegaskan bahwa deretan rekor ini adalah pelajaran hidup berharga yang ingin ia wariskan kepada anak-anaknya.
Ia berharap anak-anaknya kelak tidak hanya bekerja keras dalam mengejar karier, tetapi juga mengedepankan adab dan kepedulian terhadap sesama.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk keluarga, tentunya suami dan anak-anak. Juga untuk ibu dan ayah saya atas didikan dan bimbingan mereka maka terbentuklah sosok saya yang sekarang. Apa yang mereka ajarkan menjadi cerminan luar biasa yang bisa saya wariskan kepada anak-anak saya. Tidak hanya bekerja keras, tapi juga adab dan bagaimana berbagi untuk sesama itu sangat penting," pungkasnya. (Z-1)
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Chandra, itu juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama ribuan anak yatim, serta kehadiran penyanyi religi Opick serta tausiah dari ustaz Zaky Mirza.
Karya-karya Khoirul Anam tidak main-main. Seluruhnya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah, baik skala nasional maupun internasional.
Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Namira berhasil meraih Rekor MURI sebagai Perempuan Termuda peraih Six Star Finisher Medal di ajang World Marathon Majors (WMM) pada 30 Januari 2026 lalu.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Gelaran Parade Mi Nusantara berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas penyajian 130 kreasi menu mi Nusantara dalam satu rangkaian acara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved