Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

KEK Industropolis Batang Catat Investasi Rp4,87 Triliun di 2025, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Regional

Supardji Rasban
22/12/2025 23:47
KEK Industropolis Batang Catat Investasi Rp4,87 Triliun di 2025, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Regional
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jateng.(istimewa)

KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah (Jateng), terus menunjukkan kinerja positif sebagai penggerak ekonomi berbasis industri. Sepanjang 2025, kawasan yang berada di bawah Holding BUMN Danareksa ini membukukan realisasi investasi sebesar Rp4,87 triliun dengan pemanfaatan lahan mencapai 93,67 hektare.

Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyampaikan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan kesiapan kawasan industri di Indonesia.

“Capaian investasi sepanjang 2025 mencerminkan kepercayaan investor global yang semakin kuat terhadap KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri modern dan terintegrasi,” ujar Ngurah dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Sepanjang tahun ini, tercatat 12 investor dari Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Tiongkok yang resmi bergabung. Mereka mengisi kawasan dengan berbagai sektor strategis, mulai dari baterai dan otomotif, alat kesehatan, garmen, furnitur luar ruang, makanan dan minuman, alas kaki, baja, tekstil, hingga industri kemasan.

Ngurah menyebut keberagaman sektor tersebut menjadi kekuatan utama kawasan karena membentuk ekosistem industri yang saling terhubung. Ia menilai komposisi industri yang lengkap akan meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperkuat daya saing kawasan di tengah persaingan global.

Dari sisi dampak ekonomi, investasi yang masuk diproyeksikan menyerap lebih dari 9.000 tenaga kerja. Ngurah menjelaskan, sejumlah perusahaan bahkan telah memulai operasional lebih awal dengan memanfaatkan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP).

“Skema BPSP memungkinkan investor langsung berproduksi sambil menunggu pembangunan fasilitas utama, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan bisa bergerak lebih cepat,” jelas Ngurah.

Ngurah menjelaskan pada 2025, investor dengan pemanfaatan lahan terbesar adalah PT LBM Energi Baru Indonesia, perusahaan pendukung industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dengan luas lahan mencapai 31,72 hektare. 

"Kehadiran perusahaan ini dinilai strategis karena memperkuat rantai pasok EV nasional dan sejalan dengan agenda hilirisasi serta transisi energi.
Selain itu, masuknya Yotrio atau JJD Outdoors, produsen furnitur luar ruang berorientasi ekspor, turut mempertegas daya tarik KEK Industropolis Batang bagi industri yang menyasar pasar Amerika Serikat dan Eropa," papar Ngurah.

Lanjut Ngurah perusahaan ini diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai ekspor. Operasi
onal investor di kawasan akan terus meningkat secara bertahap pada periode 2026 hingga 2028. Ia optimistis aktivitas industri yang berkelanjutan akan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami tidak hanya mengelola lahan industri, tetapi membangun kawasan industri berstandar global yang produktif dan berkelanjutan,” ucap Ngurah.

Menurutnya dengan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan serta sinergi pemerintah pusat dan daerah, KEK Industropolis Batang diproyeksikan memainkan peran penting dalam penguatan industri nasional.

"Termasuk penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.(H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik