Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Libur Nataru Volume Kendaraan di Tol Pejagan–Pemalang Diprediksi Tembus 45 Ribu

Supardji Rasban
22/12/2025 22:31
Libur Nataru Volume Kendaraan di Tol Pejagan–Pemalang Diprediksi Tembus 45 Ribu
Direktur Utama PT PPTR, Tri Yuharlina didampingi Manager Operasional PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR), Uum Jumadi (kanan) di Exit Tol Adiwerna, Kabupaten Tegal.(MI/Supardji Rasban)

PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) memprediksi arus lalu lintas pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026/ Nataru 2025-2026, bakal mengalami peningkatan ketimbang tahun-tahun sebelumnya.  Salah satu pemicunya adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama empat hari yang dinilai berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT PPTR, Tri Yuharlina, ditemui di Exit Tol Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Senin (22/12) sore. Adanya kebijakan WFA yang berdekatan dengan momen mudik turut mendorong lonjakan volume kendaraan di ruas Tol Pejagan–Pemalang.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, lalu lintas diperkirakan lebih tinggi. Karena sekarang ada perlakuan empat hari work from anywhere, dan itu berdekatan juga dengan momen mudik, sehingga saling berkaitan,” ujar Yuharlina.

Yuharlina menuturkan berdasarkan hasil evaluasi dan proyeksi, volume kendaraan selama Nataru diperkirakan naik sekitar 2 persen ketimbang tahun sebelumnya. “estimatsi kenaikannya sekitar dua persen. Kalau secara angka, kurang lebih di kisaran 40.000 hingga 45.000 kendaraan per hari, meningkat dibandingkan tahun lalu,” tutur Yuharlina.

Yuharlina menyebut ntuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT PPTR telah menyiapkan berbagai langkah, khususnya terkait pengelolaan rest area baik ke arah Semarang maupun sebaliknya. Untuk rest area tipe A, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pengelola, sementara rest area tipe B dipersiapkan secara mandiri oleh PPTR.

“Kami fokus pada kebersihan dan keamanan, terutama fasilitas toilet. Tidak boleh ada toilet berbayar dan kondisinya harus selalu bersih,” terang Yuharlina. 

Yuharlina menjelaskan pihaknya juga telah mengedarkan surat imbauan kepada pengelola rest area agar layanan makanan diatur secara take away guna menghindari penumpukan pengunjung dan meminimalkan potensi kemacetan di area istirahat. Tentang kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran yang waktunya berdekatan dengan Nataru, persiapannya relatif sama, namun dengan intensitas yang lebih tinggi.

“Kalau mendekati Lebaran, pengunjung biasanya lebih banyak, terutama pemudik. Prinsipnya tetap sama, kami mengutamakan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan,” jelasnya.

Menurut  Yuharlina kemungkinan rekayasa lalu lintas seperti one way, untuk periode Tahun Baru belum ada rencana penerapan.
“Untuk Tahun Baru sepertinya belum ada one way. Biasanya rekayasa lalu lintas itu diterapkan saat mudik Lebaran, dan itu menunggu keputusan dari pihak kepolisian,” pungkasnya.

Manager Operasional PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR), Uum Jumadi, menyampaikan pihaknya akan memperkuat sinergi dengan aparat kewilayahan dalam pengelolaan rest area selama periode Nataru.

“Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami akan bersinergi dengan kewilayahan yang mendirikan posko di rest area. Jika kondisi sudah padat, akses masuk dan keluar rest area akan kami tutup sementara,” ujar Uum.

Uum menerangkan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kepadatan di area parkir serta mengantisipasi kendaraan yang berhenti di bahu jalan tol. Selain itu, PPTR juga menerapkan pembatasan waktu istirahat bagi pengguna jalan selama momen libur panjang seperti Nataru dan Lebaran.

“Untuk event besar seperti Nataru atau Lebaran, waktu istirahat kami batasi maksimal 30 menit. Tim kami akan melakukan woro-woro dan mengimbau pengguna jalan yang sudah mencapai batas waktu agar melanjutkan perjalanan,” jelas Uum. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya