Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Polres Gayo Lues dan Masyarakat Bangun Jembatan Darurat Gunakan Material Alam

Aries Wijaksena
22/12/2025 15:06
Polres Gayo Lues dan Masyarakat Bangun Jembatan Darurat Gunakan Material Alam
.(Dok Humas Polri)

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues terus diperkuat guna mempercepat pemulihan pascabencana. 

Personel dari Polres Gayo Lues, Satuan Brimob, serta Polsek Rikit Gaib turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di Desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib, Senin (22/12). Langkah cepat ini diambil sebagai upaya darurat guna memulihkan akses penghubung antarwilayah yang sebelumnya lumpuh total akibat terjangan derasnya arus banjir bandang.

Dalam proses pembangunannya, petugas bersama warga menunjukkan kreativitas dan ketangguhan dengan memanfaatkan material alami yang tersedia di sekitar lokasi bencana. 

Gelondongan kayu besar yang terbawa arus saat banjir bandang terjadi dikumpulkan dan disusun sedemikian rupa menjadi fondasi serta bantalan jembatan. Penggunaan material bekas banjir ini dinilai menjadi solusi paling taktis agar jalur logistik dan pergerakan warga dapat segera kembali normal tanpa harus menunggu proses pengadaan material pabrikan dalam waktu lama.

Kapolres Gayo Lues AKB Hyrowo, melalui Kasatreskrim Iptu Muhamad Abidinsyah, menegaskan bahwa keterlibatan aktif kepolisian dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pengabdian Polri terhadap kemanusiaan. Beliau menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan ketersambungan akses transportasi bagi warga terdampak. 

“Personel Polres Gayo Lues, Brimob, dan Polsek bersama masyarakat bahu-membahu menyiapkan jembatan darurat dengan memanfaatkan gelondongan kayu bekas banjir bandang. Langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan, terutama untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ujar Iptu Muhamad Abidinsyah dalam keterangannya.

Selain fokus pada pembangunan fisik infrastruktur, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat juga bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis dan rasa aman bagi para korban bencana. 

Sinergi yang terbangun antara aparat dan warga desa menjadi modal sosial penting dalam menghadapi masa transisi pascabencana. IPTU Muhamad Abidinsyah menambahkan bahwa komitmen ini tidak akan berhenti pada pembangunan jembatan semata, melainkan akan terus berlanjut hingga seluruh dampak bencana dapat teratasi dengan baik melalui koordinasi lintas sektoral.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan dampak bencana, serta hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan,” tegas Abidinsyah menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam fase pemulihan ini. 

Kehadiran petugas yang bekerja bersama warga di tengah medan yang sulit mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat Desa Penomon Jaya. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya dukungan tenaga dan semangat dari Polres Gayo Lues, sehingga harapan untuk mengembalikan denyut nadi ekonomi dan sosial desa pascabanjir bandang kini mulai terlihat nyata. (P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya