Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Den K-9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri berhasil menemukan satu jenazah pria yang tertimbun di bantaran sungai Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (20/12). Penemuan ini merupakan hasil respons cepat Polri atas laporan masyarakat yang mencium bau menyengat di sekitar lokasi tersebut.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Erdi A Chaniago, menjelaskan bahwa operasi pencarian ini melibatkan tim gabungan lintas instansi untuk memastikan evakuasi berjalan efektif.
Pencarian dilakukan dengan metode ilmiah melibatkan Tim DVI, BPBD, dan Basarnas. Tim K-9 Polri mengerahkan satwa berkualifikasi khusus SAR (Cadaver) bernama Cejlon, yang dipandu oleh pawang Bripda Satria.
"Untuk mempermudah pelacakan, tim melakukan pemetaan area dan pembuatan pori-pori tanah. Satwa K-9 Cejlon kemudian memberikan respons kuat pada satu titik tertentu di bantaran sungai," ujar Erdi, Minggu (21/12).
Setelah dilakukan penggalian di titik yang ditandai oleh Cejlon, petugas menemukan jenazah dalam kondisi utuh.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan kartu identitas yang ditemukan di saku celana korban, jenazah tersebut berhasil diidentifikasi, pria berinisial M, 66, pensiunan, beralamat di Dusun Rukun, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Jenazah saat ini telah dievakuasi ke RSUD Aceh Tamiang untuk menjalani proses identifikasi lebih mendalam oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Kami mengapresiasi sinergi antara Polri, BPBD, dan Basarnas, serta peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi. Polri berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap misi kemanusiaan dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga, terutama di wilayah yang terdampak bencana," pungkas Erdi.
Polri mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika ada anggota keluarga yang hilang, terutama pasca-cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh Tamiang beberapa waktu terakhir. (P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved