Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sosok Dedi Mulyadi merupakan salah satu figur publik dan politisi yang kerap menjadi sorotan di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Gaya penampilannya yang nyentrik dengan mengenakan pakaian adat Sunda dan ikat kepala (iket) sering kali memancing rasa penasaran publik mengenai latar belakang kehidupannya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di mesin pencari adalah mengenai Dedi Mulyadi agama apa dan bagaimana ia memadukan nilai-nilai religius dengan kebudayaan lokal yang kental.
Secara fakta, Dedi Mulyadi memeluk agama Islam sejak lahir. Ia dikenal sebagai sosok Muslim yang taat namun memiliki pendekatan yang unik dalam berdakwah dan memimpin, yakni melalui pendekatan kebudayaan. Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini lahir di Subang, Jawa Barat, pada 11 April 1971. Latar belakang keislamannya cukup kuat, mengingat ia tumbuh di lingkungan yang religius dan pernah mengenyam pendidikan di lingkungan organisasi Islam saat menjadi mahasiswa.
Untuk memahami lebih dalam mengenai identitas keagamaan Kang Dedi, kita perlu menilik riwayat pendidikannya. Dedi Mulyadi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Subang, kemudian melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman, Purwakarta. Selama menjadi mahasiswa, ia sangat aktif dalam organisasi pergerakan Islam.
Dedi tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta. HMI sendiri dikenal sebagai organisasi mahasiswa yang melahirkan banyak tokoh intelektual Muslim di Indonesia. Aktivismenya di HMI menunjukkan bahwa landasan pemikiran Dedi Mulyadi berakar pada nilai-nilai Islam yang moderat dan progresif. Hal ini membantah berbagai spekulasi atau kesalahpahaman sebagian masyarakat yang kerap mempertanyakan akidahnya hanya karena kecintaannya yang mendalam terhadap tradisi leluhur Sunda.
Seringkali pertanyaan mengenai agama Dedi Mulyadi muncul akibat gaya kepemimpinannya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode (2008-2018) dan kiprahnya di DPR RI. Ia kerap melakukan revitalisasi budaya Sunda, seperti menggelar parade budaya, membangun patung-patung tokoh pewayangan, dan menghidupkan kembali tradisi lokal.
Langkah-langkah kultural ini sempat menuai kontroversi dari kelompok masyarakat tertentu yang menganggap hal tersebut bertentangan dengan syariat Islam. Namun, Dedi Mulyadi konsisten dengan pendiriannya bahwa agama dan budaya bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Ia menerapkan filosofi bahwa Islam dapat berjalan beriringan dengan kearifan lokal, sebuah konsep yang sering diasosiasikan dengan corak Islam Nusantara.
Dalam berbagai kesempatan, Kang Dedi menegaskan bahwa merawat budaya adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia mencontohkan bagaimana para Wali Songo menyebarkan Islam di tanah Jawa melalui pendekatan budaya, seperti wayang dan gamelan, tanpa menghilangkan esensi tauhid.
Bagi Anda yang ingin mengetahui data diri lengkap dari tokoh yang kini bergabung dengan Partai Gerindra ini, berikut adalah rincian biodatanya:
Karier politik Dedi Mulyadi terbilang cemerlang dan dimulai dari bawah. Ia mengawali kariernya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta pada tahun 1999. Kepiawaiannya dalam berpolitik membawanya menjadi Wakil Bupati Purwakarta (2003-2008) mendampingi Lily Hambali Hasan.
Puncak popularitasnya di tingkat daerah terjadi saat ia terpilih menjadi Bupati Purwakarta selama dua periode berturut-turut, yakni 2008-2013 dan 2013-2018. Selama masa kepemimpinannya, Purwakarta mengalami transformasi signifikan dalam hal tata kota dan identitas kebudayaan. Setelah purna tugas sebagai bupati, ia melenggang ke Senayan sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah haluan ke Partai Gerindra menjelang kontestasi politik 2024.
Selain sebagai politisi, Dedi kini dikenal luas sebagai content creator. Melalui kanal YouTube-nya, ia sering membagikan momen blusukan membantu warga yang kesulitan. Aktivitas ini semakin mengukuhkan citranya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil, sekaligus menjadi sarana baginya untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang sejalan dengan ajaran agamanya.
Menjawab pertanyaan publik, jelas bahwa Dedi Mulyadi beragama Islam. Identitas keislamannya tidak luntur meskipun ia sangat gencar mempromosikan budaya Sunda. Justru, sosok Kang Dedi memberikan contoh bagaimana seorang Muslim dapat tetap teguh pada imannya sembari merawat warisan leluhur. Kombinasi antara religiusitas dan kecintaan pada budaya inilah yang menjadikan Dedi Mulyadi sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh dan unik di Jawa Barat saat ini.
Temukan profil lengkap dan biodata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Dari latar belakang, karir, hingga pencapaian inspiratifnya di bidang pemerintahan.
Dedi Mulyadi bersama jajaran pemerintah daerah Jawa Barat melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait program penyelamatan aset
IPB University memiliki modal besar untuk berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengizinkan sekolah negeri menerima 50 rombongan belajar (rombel). pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara aktivitas pembukaan lapangan golf oleh PT Rejo Sari Bumi, di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (9/7/2025).
Dedi juga sudah mengemukakan aturan jam malam bagi pelajar yang akan diterapkan mulai Juni 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved