Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kecelakaan Maut di Tol Krapyak Semarang Jadi Alarm Keselamatan Nataru

Golda Eksa
22/12/2025 10:40
Kecelakaan Maut di Tol Krapyak Semarang Jadi Alarm Keselamatan Nataru
Tim SAR gabungan mengevakuasi para penumpang bus PO Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan di ruas simpang susun exit tol Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari .(Antara/HO-Basarnas Semarang)

INSIDEN maut yang melibatkan bus PO Cahaya Trans di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari, menjadi pengingat keras urgensi keselamatan transportasi di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kecelakaan tunggal tersebut menelan 15 korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu menimpa bus bernomor polisi B 7201 IV dalam perjalanan dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya hilang kendali, menghantam pembatas jalan, dan terbalik.

Tim Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang yang tengah dalam status Siaga SAR Khusus Nataru segera diterjunkan dari Posko Gabungan Kalikangkung untuk melakukan proses penyelamatan.

"Kami beserta tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI dan lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari bus yang mengalami kecelakaan. Ada 15 penumpang yang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka," kata Kepala Kantor SAR Semarang Budiono.

Proses evakuasi berlangsung dramatis selama hampir empat jam. Petugas harus berjibaku di antara puing bus dan pecahan kaca untuk menjangkau korban yang terjepit di dalam badan bus yang terguling.

"Proses evakuasi selesai pukul 4 subuh (04.00 WIB) tadi. Penyebab kecelakaan itu sendiri belum diketahui secara pasti, namun diduga bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta dini hari tadi," terangnya.

Setelah berhasil dievakuasi, seluruh korban dilarikan ke RSUP dr Kariadi, RS Columbia Asia, dan RSUD dr Adhyatma MPH untuk mendapatkan penanganan medis. Budiono mengapresiasi sinergi lintas instansi yang bergerak cepat di lokasi kejadian.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak, sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar," lanjutnya.

Tragedi ini menjadi catatan kelam di tengah upaya pengamanan jalur mudik Nataru. Budiono menekankan pentingnya kesadaran pengemudi terhadap batas kecepatan dan kondisi fisik saat berkendara jarak jauh.

"Dan kami imbau untuk pengguna jalan agar lebih berhati-hati lagi dalam berkendara. Istirahat bila lelah dan jaga jarak aman dari kendaraan lainnya," pungkasnya. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya