Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Warga Keluhkan Dampak Suplai Program MBG di Tasikmalaya

Kristiadi
21/12/2025 15:28
Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Warga Keluhkan Dampak Suplai Program MBG di Tasikmalaya
.(MI/Kristiadi)

Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kota Tasikmalaya merangkak naik secara signifikan. Curah hujan tinggi yang mengganggu produksi petani ditambah pola distribusi baru akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditengarai menjadi pemicu utama kenaikan harga yang sulit dikendalikan.

Pantauan di Pasar Pancasila, Cikurubuk, dan Pasar Rel menunjukkan kenaikan paling tajam terjadi pada kelompok cabai dan protein hewani.

Salah seorang warga, Kokom (45), mengungkapkan keresahannya terhadap sistem pengadaan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah. Ia menilai pola pembelian langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke distributor besar memengaruhi ketersediaan barang di pasar tradisional.

"Sejak ada dapur SPPG yang langsung membeli ke distributor, kenaikan harga jadi kurang terkendali. Kami meminta pemerintah tegas mengatur aturan pembelian kebutuhan bagi dapur SPPG agar masyarakat umum tidak terus terdampak kenaikan harga yang membingungkan ini," ujar Kokom.

Di sisi produsen, pedagang di Pasar Cikurubuk, Sodik (44), menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai yang makin "pedas" disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi tidak hanya menyebabkan cabai mudah busuk, tetapi juga memicu banjir dan longsor di lahan pertanian.

"Petani banyak yang gagal panen. Pasokan sangat terbatas karena mereka tidak mau ambil risiko mengirim barang yang rentan busuk saat hujan deras. Akibatnya, harga cabai merah besar menyentuh Rp100 ribu per kilogram," kata Sodik.

Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Warga kini berharap pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar atau intervensi distribusi agar harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sebelum memasuki puncak perayaan pergantian tahun. (AD/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya