Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu rentetan bencana hidrometeorologi di 15 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, selama dua hari berturut-turut pada Kamis (18/12) hingga Jumat (19/12). Peristiwa berupa tanah longsor, pergerakan tanah, dan cuaca ekstrem ini mengakibatkan puluhan rumah rusak serta belasan keluarga terpaksa mengungsi.
Manajer Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi bahwa sebaran bencana merata di wilayah utara hingga selatan Sukabumi.
"Hasil pendataan lapangan menunjukkan 15 kecamatan dilanda bencana dalam kurun waktu dua hari tersebut. Dampak kerusakan bangunan cukup signifikan di beberapa titik," kata Daeng, Sabtu (20/12).
Dampak amukan cuaca ekstrem ini menyebabkan sedikitnya 69 rumah warga mengalami kerusakan dengan rincian sebagai berikut, 4 bangunan rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, dan 63 rumah rusak ringan.
Selain pemukiman, infrastruktur publik juga terdampak serius, mencakup 4 titik ruas jalan yang mengalami kerusakan serta satu bangunan Posyandu yang turut terkena material bencana.
BPBD mencatat 11 Kepala Keluarga (KK) kini berada di pengungsian atau rumah kerabat terdekat karena hunian mereka tidak lagi aman untuk ditempati. Sebaran pengungsi berada di Palabuhanratu 7 KK, Caringin 1 KK (3 jiwa). Cibitung 1 KK (3 jiwa), Kalibunder 1 KK (4 jiwa), dan Cisaat 1 KK.
Meskipun dampak materiil cukup besar, Daeng memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian bencana ini. "Hanya terdapat dua warga yang mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis," tambahnya.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Caringin, Cibadak, Cibitung, Cikakak, Cikembar, Cireunghas, Cisaat, Gunungguruh, Jampangtengah, Kalibunder, Nagrak, Nyalindung, Palabuhanratu, Parungkuda, dan Sukaraja.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana susulan masih sangat tinggi selama musim penghujan. "Potensi bencana lanjutan bisa terjadi kapan saja apabila intensitas hujan kembali tinggi di wilayah Sukabumi," pungkas Daeng. (DD/P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved