Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada Dampak Bibit Siklon 91S, Bengkulu Utara Perkuat Mitigasi di Tiga Kecamatan Rawan

Marliansyah
18/12/2025 14:51
Waspada Dampak Bibit Siklon 91S, Bengkulu Utara Perkuat Mitigasi di Tiga Kecamatan Rawan
.(.)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, memperketat langkah mitigasi bencana di wilayahnya menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG hingga 18 Desember 2025. Fokus pengamanan dilakukan terutama di tiga kecamatan yang memiliki risiko tinggi banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Utara, Suharto Handayani, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di lapangan.

Dari total 19 kecamatan yang ada, BPBD memetakan tiga wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi yang memerlukan perhatian khusus, yaitu Kecamatan Air Besi, Kecamatan Batik Nau, dan Kecamatan Pinang Raya

"Kondisi geografis kita didominasi oleh kawasan perbukitan, sehingga hampir seluruh kecamatan memiliki potensi kerawanan terhadap longsor. Namun, tiga kecamatan tersebut menjadi atensi utama karena risiko ganda dengan banjir," ujar Suharto di Bengkulu, Kamis (18/12).

Cuaca ekstrem yang melanda Bengkulu saat ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia. Fenomena ini memicu peningkatan curah hujan secara signifikan disertai angin kencang yang membahayakan akses jalan dan permukiman.

BPBD telah mengeluarkan instruksi taktis kepada aparatur setempat. Camat dan Kepala Desa wajib memastikan lokasi pengungsian aman dan siap pakai. Memperbarui peta kerawanan bencana di tingkat desa secara real-time. Menyampaikan peringatan dini secara berkelanjutan kepada warga melalui berbagai kanal komunikasi.

Suharto mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi perubahan kondisi tanah atau kenaikan debit air yang tidak wajar.

"Kami meminta warga berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Segera melapor ke posko bencana terdekat apabila melihat potensi ancaman di lapangan agar tindakan evakuasi bisa dilakukan lebih dini," pungkasnya.

Hingga saat ini, personel BPBD Bengkulu Utara terus disiagakan untuk memantau titik-titik rawan guna meminimalisir dampak kerugian materiil maupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem di penghujung tahun ini. (MY/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik