Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

UMY Rescue 2025, Misi Kemanusiaan Multidisiplin Sentuh Korban Banjir Aceh

Ardi Teristi Hardi
18/12/2025 14:02
UMY Rescue 2025, Misi Kemanusiaan Multidisiplin Sentuh Korban Banjir Aceh
.(MI/Ardi)

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmen pengabdiannya melalui peluncuran tim UMY Rescue 2025: Kepedulian Tanpa Batas untuk Sumatera, Kamis (18/12). Tim ini diterjunkan langsung ke wilayah terdampak banjir di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendikSaintek) RI.

Misi ini bukan sekadar bantuan darurat biasa, melainkan respons kemanusiaan komprehensif yang memadukan layanan medis, teknologi sanitasi, hingga pemulihan psikososial.

Ketua Tim UMY Rescue 2025, Sagiran, menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan terdiri dari lintas disiplin ilmu, mulai dari dosen, tenaga medis profesional, hingga mahasiswa. Fokus utama mereka adalah memulihkan ekosistem kesehatan yang lumpuh akibat curah hujan ekstrem.

"Banjir telah merusak infrastruktur dan memicu berbagai risiko kesehatan, mulai dari penyakit menular hingga trauma mental. UMY Rescue dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan terpadu berbasis kebutuhan lapangan," ujar Sagiran.

Tim akan mendistribusi obat esensial dan tindakan bedah minor jika diperlukan. Instalasi water purifier berkapasitas tinggi untuk menekan risiko penyakit berbasis air (water-borne diseases). Penanganan kesehatan gigi, ibu dan anak, serta pemantauan penyakit kronis. Penyaluran dana bantuan senilai Rp40 juta untuk masyarakat Langsa.

Salah satu pilar penting dalam misi ini adalah aspek Psikososial. Tim menyiapkan layanan Psychological First Aid dan Child Friendly Space untuk membantu penyintas, terutama anak-anak, melalui play therapy dan art therapy guna meminimalkan dampak trauma jangka panjang.

Selain itu, UMY juga menitikberatkan pada keberlanjutan program melalui pemberdayaan warga lokal. Kader kesehatan setempat dilatih melakukan deteksi dini penyakit pascabencana dan cara mengoperasikan teknologi penjernih air.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah tim kembali ke Yogyakarta, masyarakat Langsa memiliki ketahanan kesehatan komunitas yang lebih kuat melalui edukasi PHBS dan pelatihan teknologi air bersih,” tambah Sagiran.

Dalam pelaksanaannya, UMY Rescue 2025 berkoordinasi erat dengan Puskesmas Langsa Lama dan pemerintah daerah setempat. Kehadiran tim ini menjadi bukti nyata bahwa peran perguruan tinggi sangat vital dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan aksi kemanusiaan nyata, membawa harapan baru bagi warga Aceh di masa pemulihan. (AT/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya