Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komisaris Jenderal Karyoto, melakukan peninjauan langsung ke Posko Bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (17/12). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses penanggulangan bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara berjalan optimal, terutama pada aspek distribusi logistik dan pencarian korban.
Dalam kunjungannya, Karyoto menekankan bahwa Polri berkomitmen penuh mengawal stabilitas keamanan dan misi kemanusiaan di titik-titik terdampak.
Kabaharkam meninjau langsung mekanisme penyaluran bantuan untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan. Beliau menegaskan bahwa transparansi dan ketepatan sasaran adalah prioritas utama institusi dalam misi bantuan sosial ini.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk menjamin distribusi logistik berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran,” tegas Karyoto.
Selain fokus pada logistik, Kabaharkam juga mengevaluasi kinerja personel dan unit K-9 Polri yang diterjunkan dalam misi evakuasi. Anjing pelacak spesialis pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue) ini dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
“Personel dan unit K-9 kami siagakan untuk mendukung proses evakuasi secara maksimal. Kami terus melakukan evaluasi berkelanjutan agar upaya pencarian korban yang belum ditemukan dapat segera membuahkan hasil,” tambahnya.
Kehadiran jenderal bintang tiga ini di lokasi bencana mempertegas fungsi Polri dalam operasi kemanusiaan yang terintegrasi, di mana penegakan hukum berjalan seiring dengan perlindungan dan pelayanan masyarakat di masa krisis. (P-5)
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu mengubah semuanya. Rumah yang telah puluhan tahun menjadi tempat berkumpul keluarga hanyut,
Situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved