Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Terdata 111.225 Orang, Animo Pendaftaran Layanan CKG di Kota Sukabumi Cukup Tinggi

Benny Bastiandy
17/12/2025 14:16
Terdata 111.225 Orang, Animo Pendaftaran Layanan CKG di Kota Sukabumi Cukup Tinggi
Petugas puskesmas di Kota Sukabumi melakukan jemput bola layanan cek kesehatan gratis (CKG) bagi pelajar di SMPN 2 Kota Sukabumi, belum lama ini.(MI/Benny Bastiandy)

ANIMO masyarakat Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengikuti layanan cek kesehatan gratis (CKG) relatif tinggi. Layanan program tersebut dibuka bagi masyarakat di 15 puskesmas yang tersebar di 7 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyebutkan terdapat 111.225 orang warga Kota Sukabumi yang telah mendaftar mengikuti program CKG. Data tersebut tercatat hingga pekan lalu.

"Berdasarkan catatan, hingga 9 Desember 2025 ada 111.225 orang yang telah mendaftar. Alhamdulillah, jumlahnya relatif cukup tinggi," kata Ida, Rabu (17/12).

Dari jumlah pendaftar sebanyak itu, lanjut Ida, sekitar 92% sudah memanfaatkan layanan program tersebut. Diangkakan, jumlahnya mencapai lebih kurang 102.226 orang 

"Peserta layanan CKG paling banyak merupakan para pelajar sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun," ucapnya.

Sementara masyarakat berusia rentang 40-59 tahun terdata sebanyak 21.410 orang. Hasil verifikasi pendataan, jumlah terbanyak masyarakat yang mendaftarkan diri pada layanan CKG berada di lingkup Puskesmas Gedongpanjang. 

"Tingkat kehadiran pendaftar CKG di Puskesmas Gedongpanjang mencapai 49,31%," imbuh Ida.

Selain di puskesmas, Dinkes Kota Sukabumi juga membuka program layanan CKG di berbagai acara. Salah satunya pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional, belum lama ini.

"CKG merupakan program pemerintah pusat yang bisa diakses seluruh masyarakat. Sasarannya bayi baru lahir hingga lansia. CKG bisa diikuti dengan mendaftar melalui Aplikasi Satu Sehat Mobile yang tersedia di platform Android dan ios atau datang langsung ke puskesmas," pungkasnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya