Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Rumah Tergantung di Sungai Lubuk Minturun, Pemilik Dievakuasi

Yose Hendra
15/12/2025 16:50
Rumah Tergantung di Sungai Lubuk Minturun, Pemilik Dievakuasi
.(Dok. Kominfo Padang)

Satu unit rumah yang dihuni dua Kepala Keluarga (KK) di Koto Tuo, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Padang, berada dalam kondisi kritis dan terancam ambruk. Sebagian badan rumah kini "tergaing-gaing" atau menggantung, setelah tapak rumah di bantaran sungai terkikis habis oleh derasnya air sungai Lubuk Minturun saat banjir bandang pada 28 November 2025 lalu.

Rumah yang ditempati oleh keluarga Muslim Syawal dan Sumarlis di RT 1/RW 1, Koto Tuo, kini tidak lagi memiliki lantai di bagian belakang. Meskipun bagian depan rumah masih berdiri, kondisi tersebut sangat membahayakan dan dikhawatirkan ambruk total jika air sungai kembali membesar.

Mendapati kondisi tersebut, Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, langsung bergerak cepat mengevakuasi penghuni.

"Iya, rumah yang ditempati keluarga tersebut tidak lagi layak untuk dihuni, karena sebagian rumah sudah berada di atas sungai dan membahayakan," ungkap Fizlan, Senin (15/12).

Pemilik rumah bersikap kooperatif dan setuju untuk segera meninggalkan rumah mereka setelah diberikan pemahaman mengenai risiko yang mengancam.

"Pemilik rumah langsung mengungsi ke rumah familinya yang tak jauh dari sana," terang Camat Koto Tangah.

Fizlan Setiawan mengimbau seluruh warga Koto Tangah untuk tidak berada di bibir sungai dan menjauhi bantaran sungai, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi dan dapat meningkatkan debit air secara tiba-tiba. (YH/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya