Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ancaman Bencana Susulan di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Minta Warga Rawan Bencana Mengungsi

Yose Hendra
15/12/2025 14:45
Ancaman Bencana Susulan di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Minta Warga Rawan Bencana Mengungsi
Kawasan Malalo Tigo Jurai, Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar terdampak banjir bandang akhir pekan November lalu masih rentan.(MI/Yose Hendra)

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumbar masih tergolong tinggi. Masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS), lereng perbukitan, dan wilayah rawan longsor diminta untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Mahyeldi menjelaskan, kewaspadaan ini penting karena pascabencana akhir November lalu, banyak sungai mengalami pendangkalan akibat sedimen banjir bandang dan belum seluruhnya dinormalisasi.

“Sungai-sungai yang terdampak belum sempat diperbaiki karena kami masih memprioritaskan alat berat untuk membuka akses jalan. Sementara intensitas hujan kembali meningkat, sehingga sungai sangat mudah meluap saat hujan deras,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (15/12).

Gubernur meminta masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan mengutamakan keselamatan dengan pindah ke posko pengungsian terdekat hingga kondisi cuaca membaik.

Imbauan Gubernur ini sejalan dengan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau. BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sejak Senin siang.

BMKG menetapkan status Waspada untuk 11 wilayah, meliputi Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, serta Kota Padang Panjang

BMKG memperkirakan potensi curah hujan tinggi di wilayah Sumbar masih akan berlangsung setidaknya hingga awal Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (YH/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya