Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemkot Bandung Serius Terapkan Konsep Green Tourism

Naviandri
14/12/2025 12:14
Pemkot Bandung Serius Terapkan Konsep Green Tourism
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan(MI/Naviandri)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, memperkuat komitmennya terhadap transformasi pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan konsep green tourism atau pariwisata hijau. Konsep inovatif ini didorong untuk memberikan nilai tambah pada aktivitas wisata sekaligus menekan dampak lingkungan, terutama jejak karbon.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri diskusi “Bandung Bersinar” di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (13/12).

"Konsep pariwisata hijau merupakan inovasi yang untuk pertama kalinya secara serius diperkenalkan di Kota Bandung. Aktivitas wisata harus memiliki nilai tambah, salah satunya dengan menekan dampak emisi lingkungan. Inilah esensi inovasi yang kami dorong," jelas Farhan.

Farhan mengakui bahwa branding Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama masalah mobilitas dan kemacetan. Tingginya aktivitas wisata selalu berbanding lurus dengan kemacetan, yang berujung pada peningkatan emisi.

Pemkot Bandung berupaya menjadikan pariwisata sebagai sektor yang paling inklusif untuk menjembatani risiko ketimpangan ekonomi yang muncul dari tingginya pertumbuhan.

Dalam pengembangan ekonomi daerah, Pemkot menerapkan strategi TTI (Tourism, Trading, Investment). Tourism (Pariwisata) menjadi pintu masuk kedatangan wisatawan. Trading (Perdagangan) didorong melalui transaksi belanja dan aktivitas wisatawan. Investment (Investasi) masuk sebagai dampak dari tingginya aktivitas perdagangan.

Strategi ini membuahkan hasil nyata, di mana pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,43 persen pada semester pertama 2025, di atas rata-rata nasional.

Untuk mengatasi masalah emisi, Farhan menyoroti pentingnya wisata berbasis zero emission. Konsep pariwisata rendah emisi ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi daya saing kota.

"Semakin kecil jejak karbonnya, semakin tinggi nilai tambah wisatanya," tegasnya.

Guna mendukung mobilitas bebas emisi, yang ditargetkan melayani 8,7 juta kunjungan wisatawan pada 2025, Pemkot Bandung berkolaborasi dengan PLN untuk memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pemkot memberikan kemudahan perizinan dan insentif.

Selain mendorong masyarakat beralih ke kendaraan pribadi listrik, upaya pengurangan emisi juga dilakukan melalui pengembangan angkot listrik sebagai sarana edukasi publik. Pemkot bekerja sama dengan koperasi angkutan umum untuk peremajaan armada dan berkolaborasi dengan Dishub Jabar agar angkot listrik berfungsi sebagai feeder BRT (Bus Rapid Transit). (AN/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik