Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersiaga total menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama masa Libur Sekolah, Natal, dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yang berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, Kamis (11/12), mengatakan pergerakan wisatawan ditargetkan mencapai 300.000 orang, didominasi 95% wisatawan nusantara dari Pulau Jawa.
Target belanja wisatawan selama tinggal di Yogyakarta diperkirakan berkisar antara Rp750.000 hingga Rp1.000.000 per orang. Dengan estimasi tersebut, perputaran uang di Sleman diperkirakan mencapai Rp187,5 miliar hingga Rp600 miliar.
Meskipun demikian, Edy memperkirakan tingkat okupansi hotel bintang dan nonbintang hanya berada di rentang 45%–65%. Estimasi ini didasari beberapa asumsi, termasuk kondisi ekonomi masyarakat yang belum membaik, jarak yang terlalu dekat dengan libur Lebaran 2026, dan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
Menyambut liburan, Dinas Pariwisata Sleman telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengimbau seluruh stakeholder pariwisata untuk memastikan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di semua destinasi dan usaha pariwisata.
Pengusaha juga harus melakukan kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta perawatan berkala terhadap fasilitas/wahana usaha.
Pengusaha harus terus mewaspadai perkembangan cuaca ekstrem, memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam, serta memantau informasi BPPTKG terkait aktivitas Gunung Merapi.
Pengusaha harus mengoordinasikan kesiapan petugas layanan wisata dengan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Polresta Sleman, dan SAR Linmas setempat.
Para pengelola destinasi wisata juga diminta untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah dan limbah yang timbul akibat tingginya aktivitas pariwisata. (AU/P-5)
Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan liburan dengan kenyamanan premium
Selain mendorong masyarakat beralih ke kendaraan pribadi listrik, upaya pengurangan emisi juga dilakukan melalui pengembangan angkot listrik sebagai sarana edukasi publik.
Kawasan ini juga menjadi rest area penting bagi rombongan peziarah dari Bali yang rutin menuju Pura Giri Arjuna di atas Wonorejo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved