Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) memperkuat penyidikan terhadap pemegang hak atas tanah (PHAT) di Sumatra Utara (Sumut) yang diduga terlibat tindak pidana kehutanan.
Pendalaman penyidikan ini bertujuan mengungkap jaringan ekosistem pelaku dan modus operandi perusakan kawasan hutan yang diduga kuat menjadi pemicu utama bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.
Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan, Yazid Nurhuda, mengatakan Tim Ditjen Gakkum telah menemukan indikasi kuat terjadinya tindak pidana pemanenan atau pemungutan hasil hutan tanpa izin yang sah. Pelaku terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp3,5 miliar (Pasal 50 ayat (2) huruf c UU 41 Tahun 1999).
Penyidikan awal telah dilakukan terhadap satu subjek hukum PHAT berinisial JAM sebagai terduga pelaku pemanenan hasil hutan ilegal.
Fokus Utama: Modus Pencucian Kayu (Timber Laundering)
Pengembangan penyidikan kini menjangkau dua PHAT lainnya, yaitu terduga M dan AR.
Terduga M terkait dengan penyidikan JAM, M (pemilik PHAT MN) disinyalir berperan sebagai pengurus yang menerima kayu bulat ilegal dari PHAT JAM.
Lalu Terduga AR terindikasi kuat melakukan kegiatan pemanenan hasil hutan tanpa izin di luar area PHAT-nya. Analisis citra satelit menunjukkan adanya penebangan pohon di luar peta areal PHAT AR pada hulu Sungai Batangtoru seluas 33,04 hektare.
Terduga AR juga disinyalir melakukan pencampuran dan pengangkutan kayu ilegal (timber laundering) yang ditebang dari luar areal PHAT dengan kayu dari dalam areal PHAT, demi memuluskan hasil hutan ilegal masuk ke pasar resmi.
"Modus Pencucian Kayu (timber laundering) ini menjadi fokus utama kami," tegas Yazid, Minggu (14/12).
Dirjen Gakkum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa pengembangan kasus ini menunjukkan komitmen Ditjen Gakkum untuk tidak hanya menindak pembalak di lapangan, tetapi juga membongkar skema kejahatan yang memungkinkan komoditas ilegal menjadi sah.
“Kerangka kerja penegakan hukum kehutanan sesuai peraturan perundangan," tegas Dwi.
Dwi meminta Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Gakkum Kehutanan untuk terus mengumpulkan barang bukti yang kuat, saksi-saksi kunci, dan berkoordinasi dengan Ahli guna memperkuat berkas penyidikan. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum lainnya dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) juga terus ditempuh.
“Diharapkan dalam waktu dekat, Penyidik kami dapat menaikkan status penyidikan terhadap dua terduga PHAT tersebut," ujar Dwi. (RK/P-5)
Silvikultur bukan sekadar menanam pohon. Simak rincian lengkap apa yang dipelajari di jurusan Silvikultur, mulai dari rekayasa genetika hingga manajemen karbon hutan.
Pelajari struktur kayu secara mendalam (makroskopis & mikroskopis), sifat fisik (higroskopisitas), serta kekuatan mekaniknya untuk aplikasi konstruksi dan industri modern.
Panduan komprehensif belajar Dendrologi. Membahas morfologi, taksonomi, teknik identifikasi pohon, dan relevansinya dalam isu karbon & kehutanan modern.
Bencana banjir di Sumatera perlu dilihat secara komprehensif dan tidak disederhanakan sebagai akibat satu faktor semata.
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai pencabutan 28 perizinan berusaha di Sumatra harus dipandang sebagai langkah awal, bukan akhir.
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara (Sumut) mengingatkan bahwa pencabutan izin perhutanan terhadap 28 perusahaan oleh pemerintah berisiko menjadi kebijakan simbolik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved