Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melonjak tajam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit, yang kini tembus Rp120 ribu per kilogram (kg) dari harga normal sekitar Rp60 ribu per kg.
Kenaikan harga cabai ini terpantau di Pasar Kahayan, Jalan Tjilik Riwut Km. 1 Palangka Raya, sejak dua hari terakhir, Selasa (11/12).
Hasan (35), seorang pedagang cabai di Pasar Kahayan, mengatakan kenaikan harga terjadi di tingkat distributor, memaksa pedagang melakukan penyesuaian. Namun, kenaikan ini justru mengurangi keuntungan mereka.
“Kenaikan harga ini membuat masyarakat mengurangi jumlah pembelian, dan kurangnya pembelian dari masyarakat mengakibatkan stok cabai di pedagang lambat habisnya,” ujar Hasan.
Hasan menambahkan, cabai adalah komoditas yang cepat busuk, sehingga para pedagang terpaksa mengurangi jumlah pembelian dari distributor untuk menghindari kerugian.
“Saya biasanya beli cabai setengah kilogram untuk stok seminggu, tapi sekarang saya hanya beli seperempat kilogram saja,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan. "Saya berharap agar pemerintah melakukan operasi pasar agar harga cabai dan kebutuhan lainnya juga tidak ikut melambung harganya," tambah Yana. (SS/P-5)
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
MentanĀ Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved