Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tertibkan Kawasan Wisata, Polda Bali Andalkan Smart Road Safety Policing dan Pecalang

Rahmatul Fajri
04/12/2025 20:54
Tertibkan Kawasan Wisata, Polda Bali Andalkan Smart Road Safety Policing dan Pecalang
Konferensi pers Polda Bali.(Dok. Polda Bali)

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali bersama berbagai pemangku kepentingan memperkuat sinergi antara teknologi modern dan kearifan lokal untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) di kawasan pariwisata. Upaya ini dikukuhkan dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Polantas menyapa Wisatawan, Tertib Berlalu Lintas Menuju Pariwisata Berkualitas” di Denpasar.

Dalam forum tersebut, Dirlantas Polda Bali Kombes Turmudi memperkenalkan penguatan Backoffice Smart Road Safety Policing, sebuah pusat kendali berbasis teknologi yang memantau perilaku berkendara secara real-time. Sistem ini mengintegrasikan CCTV, ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), data kecelakaan, serta laporan masyarakat.

Turmudi menegaskan bahwa teknologi ini mampu mendeteksi pelanggaran secara cepat, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, atau berkendara ugal-ugalan yang kerap dilakukan di kawasan wisata.

“Smart Road Safety Policing menjadi instrumen penting untuk membangun budaya tertib dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Pulau Bali. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyapa setiap wisatawan dengan memberikan layanan lalu lintas yang modern dan humanis,” kata Turmudi melalui keterangannya, Kamis (4/12).

Selain itu, pengawasan diperkuat dengan Peta Keselamatan Jalan berbasis geospasial yang menampilkan titik rawan kecelakaan, lokasi pelanggaran, hingga jalur wisata padat. Platform ini memungkinkan seluruh instansi terkait melakukan langkah pencegahan dan respons lapangan secara lebih cepat dan terintegrasi.

Selain mengandalkan teknologi, Polda Bali menekankan pentingnya peran kearifan lokal. Melalui dukungan Dinas PMA, peran Pecalang, Desa Adat, dan komunitas Sipandu Beradat diperkuat untuk membantu edukasi, pengawasan, dan pelaporan potensi gangguan Kamseltibcar, khususnya di area wisata.

Perwakilan PMA menyatakan pelibatan Pecalang dan Desa Adat adalah langkah kolaborasi untuk memastikan Bali tetap aman, tertib, dan nyaman bagi setiap wisatawan.

“Bali adalah ikon internasional. Dengan sinergi teknologi, adat, dan kolaborasi lintas sektor, kami pastikan setiap wisatawan merasakan Bali yang tertib, aman, dan selamat. Inilah fondasi utama menuju pariwisata Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” kata Turmudi.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya