Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITMEN kuat untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik ditunjukkan PT PLN (Persero), dengan menghadirkan program Home Charging Service (HCS) 2.0. Program itu ditampilkan dalam pameran otomotif terbesar di Sulawesi awal November 2025.
Ini menjadi katalisator percepatan adopsi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia Timur, untuk membangun ekosistem transportasi ramah lingkungan, sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan.
Program HCS 2.0 itu, dihadirkan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (UID Sulselrabar), sebagai langkah proaktif dalam memasyarakatkan kendaraan listrik dengan menjalin kerja sama di event otomotif, yang dihelat di Summarecon Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, selama lima hari.
Kemitraan ini secara khusus memastikan setiap pembelian kendaraan listrik selama pameran akan diintegrasikan langsung dengan layanan pemasangan home charging PLN yang cepat dan terstandarisasi.
Tujuannya agar konsumen lebih mudah dan tidak ada kendala saat pengisian daya di rumah, sekaligus memperkuat komitmen PLN mendukung transisi energi dari hulu hingga ke garasi rumah konsumen.
Karena memang, menurut General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, kehadiran display home charging bertujuan mendekatkan teknologi ramah lingkungan ini kepada masyarakat. "Lewat display home charging, kami ingin masyarakat lebih dekat mengenal teknologi ramah lingkungan, serta merasakan manfaat secara langsung," ungkapnya.
Edyansyah lalu membeberkan data terkini yang menunjukkan tren positif adopsi EV di wilayahnya. Lantaran hingga Oktober 2025, tercatat 219 pelanggan di Sulsel telah menggunakan HCS, dengan jumlah mobil listrik yang telah melampaui 1.000 unit.
"Tentu ini akan membantu PLN mewujudkan komitmennya untuk terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik," ujar Edyansyah, Selasa (27/11).
Untuk semakin memacu minat masyarakat, PLN juga menghadirkan Program Stimulus Percepatan Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Program ini memberikan insentif biaya penyambungan pasang baru dan tambah daya sebesar 50 persen, serta diskon 30 persen untuk pengisian daya di rumah (home charging) pada jam Luar Waktu Beban Puncak (LWBP), pukul 22.00–05.00 Wita. Program tersebut berlaku hingga 30 Juni 2026.
Tidak hanya mengandalkan pengisian di rumah, PLN juga memastikan kenyamanan mobilitas jarak jauh dengan menyiagakan 65 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 51 lokasi strategis di wilayah Sulselrabar, yang melayani 24 jam.
Keberhasilan infrastruktur ini terbukti saat periode Lebaran 2025 lalu, yang menunjukkan transaksi pengisian daya untuk pemudik listrik melonjak empat kali lipat.
"Kami telah memetakan titik-titik strategis dan menyiapkan lounge di SPKLU untuk memastikan kenyamanan pelanggan. Melalui fitur di PLN Mobile, seperti EV Digital Services dan Trip Planner, pelanggan tidak akan kesulitan menemukan SPKLU dan merencanakan perjalanan," lanjut Edyansyah.
Pameran yang menghidupkan kembali industri otomotif setelah vakum sejak 2019 ini tidak hanya menjadi pemacu penjualan, tetapi juga wujud nyata sosialisasi teknologi elektrifikasi.
"Makassar adalah gerbang Indonesia Timur. Artinya pangsa pasar ada, dan bisa terus tumbuh, terkhusus juga untuk kendaraan listrik. Kehadiran PLN dalam kegiatan ini menjadi simbol dukungan terhadap ekosistem kendaraan ramah lingkungan," sebut Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menjelaskan, jika Pemerintah Kota Makassar selalu berkomitmen bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk untuk industri otomotif hijau.
Dan pada pameran otomotif yang sempat vakum lima tahun itu, yang dipamerkan mayoritas mobil listrik dari berbagai merek. Tidak hanya menjadi ajang pamer produk, tetapi juga wujud nyata sosialisasi teknologi elektrifikasi, untuk semakin mempercepat transisi masyarakat menuju transportasi ramah lingkungan.
Sehingga Ketua Penyelenggara Pameran, Anton Kumonty mengenaskan, dipilihnya Makassar sebagai kota penyelenggara. Lantaran selain sebagai hub Indonesia Timur, Makassar punya kontribusi 4,1% terhadap total penjualan otomotif nasional, yang menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan, termasuk untuk kendaraan listrik.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, saat menghadiri pameran otomotif itu menegaskan upaya pemerintah dalam mendorong industri pendukung EV.
"Pemerintah sedang mendorong pengembangan baterai produksi dalam negeri yang diproyeksikan dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan. Kegiatan pameran otomotif ini berkontribusi besar dalam mensosialisasikan perkembangan teknologi, khususnya kendaraan yang menggunakan baterai," jelas Setia.
Sebelumnya, Analis Kebijakan Ahli Muda Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nur Taufik memaparkan, ekosistem kendaraan listrik tentu dibutuhkan mengingat biaya operasional lebih murah, teknologi maju dan harga bersaing.
"Kendaraan listrik berkontribusi mengurangi emisi karena secara langsung memperbaiki kualitas udara. Selain itu yang tidak kalah penting, penggunaan kendaraan listrik dapat memaksimalkan penggunaan energi domestik," kata Nur Taufik.
Ia menegaskan Kementerian ESDM terus memberikan dukungan kepada komunitas KBLBB melalui penerbitan aturan percepatan KBLBB beserta infrastruktur pengisiannya.
"Kementerian ESDM akan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami optimistis bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih dari kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan listrik," tegas Nut Taufik.
Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan Andi Eka Prasetya menjelaskan, sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan cukup memadai sehingga mampu mengakomodasi pertumbuhan KBLBB masyarakat di Sulawesi Selatan.
"Saat ini, masyarakat mulai antusias dengan kendaraan listrik karena lebih efisien dan efektif. Potensi pasar juga sangat besar sehingga Pemerintah Sulsel terus mendukung kebijakan percepatan ekosistem, di lingkungan internal pemerintahan maupun kemudahan bagi masyarakat," kata Andi Eka.
Sistem kelistrikan di Sulsel saat ini dalam kondisi aman, dengan daya mampu yang jauh lebih besar daripada beban puncak. Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) memiliki daya mampu sebesar 2.293 Mega Watt (MW) dan beban puncak sebesar 1.411,2 MW, menyisakan cadangan daya 696,22 MW.
Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran kendaraan listrik disampaikan Fauzan, warga Panakkukang, Makassar. Ia mengaku membeli mobil listrik karena selain memberi kenyamanan dan fitur premium, juga sangat efisien. Ditambah sudah bisa megisi daya dari rumah layaknya smartphone.
"Mobil listrik itu teman perjalanan yang sempurna. Kalau dihitung-hitung, mobil listrik saya ini mampu menghemat biaya operasional lebih dari 50 persen dibandingkan mobil bensin sejenis saat diisi di SPKLU. Bahkan lebih 70 persen saat pengisian di rumah," akunya.
Fauzan menambahkan, saat menggunakan mobil bahan bakar minyak (BBM), estimasinya menghabiskan sekitar Rp1.100 per kilometer. Sementara dengan mobil listrik, biayanya hanya Rp300 per kilometer, sehingga lebih hemat Rp800 per kilometer.
Tidak jauh berbeda dengan pernyataan warga Makassar lainnya. Kurniawan memilih menggunakan kendaraan atau mobil listrik juga karena alasan hemat.
"Dibandingkan kendaraan bensin, listrik lebih hemat. Kalau menggunakan listrik sudah jelas ada, dibanding bensin yang kadang-kadang habis dan harus antre lama. Kalau mobil listrik tidak takut kehabisan dan tidak perlu antre," tutup Kurniawan. (LN/E-4)
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Peningkatan pengisian daya kendaraan listrik selama periode Nataru menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.
DIREKTUR Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai rencana pemerintah untuk menghentikan insentif kendara listrik pada 2026 bukan langkah yang tepat.
Tesla mengumumkan bahwa penjualan mobil listrik secara global pada 2025 turun sekitar 8,6% secara tahunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved