Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BBT-Unmul Perkuat Kolaborasi Penyediaan Lahan untuk Pengembangan Pendidikan

Yovanda Izabella
25/11/2025 20:03
BBT-Unmul Perkuat Kolaborasi Penyediaan Lahan untuk Pengembangan Pendidikan
Rektor Unmul Prof. Abdunnur bersama Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, seusai Landsmart Campus Series di Unmul, Selasa (25/11)(MI/Yovanda Izabella)

BADAN Bank Tanah (BBT) memperkuat kerja sama strategis dengan dunia akademik melalui kolaborasi penyediaan lahan untuk pengembangan pendidikan di perguruan tinggi. Universitas Mulawarman (Unmul), Kalimantan Timur, menjadi salah satu mitra yang diajak bersinergi guna memperluas peran lembaga negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi BBT untuk memperkenalkan secara langsung tugas dan fungsinya, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi akademik. Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menegaskan bahwa kemitraan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan untuk kebutuhan kampus, tetapi juga penguatan kapasitas lembaga melalui kontribusi keilmuan sivitas akademika Unmul.

“Kolaborasi dengan Unmul bukan hanya bagaimana kampus memanfaatkan lahan Badan Bank Tanah, tetapi juga bagaimana kami mendapatkan nilai tambah dari kompetensi akademiknya,” ujarnya seusai menghadiri Landsmart Campus Series di Unmul, Selasa (25/11/2025).

Jarot menyatakan bahwa akademisi Unmul memiliki peran strategis dalam merumuskan konsep pengelolaan lahan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan perlunya paradigma pembangunan yang lebih holistik, tidak lagi sekadar bertumpu pada planet, people, profit, melainkan berkembang menjadi planet, people, prosperity, dan peace.

“Nilai tambah itu bisa hadir melalui pemberdayaan masyarakat maupun konsep pemikiran. Kami ingin kolaborasi ini menghasilkan gagasan dan langkah nyata bagi bangsa, khususnya di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Selain penyediaan lahan, BBT membuka peluang bagi Unmul untuk terlibat dalam kajian dan pengembangan investasi. Salah satu inisiatif yang tengah dijajaki adalah pembentukan pusat studi bersama, terutama di sektor pertanian dan investasi regional.

“Tidak hanya membahas pengolahan tanah atau tata ruang yang bijaksana, tetapi juga pemanfaatan lahan yang dapat meningkatkan nilai investasi ekonomi bagi provinsi,” jelas Jarot.

Ia menambahkan, peran akademisi sangat penting dalam menyiapkan kajian ilmiah untuk mendukung arah pengembangan lahan, termasuk merancang skema investasi berkelanjutan. Jarot turut memaparkan fungsi Badan Bank Tanah yang mencakup berbagai kepentingan nasional, mulai dari penyediaan lahan untuk fasilitas umum hingga mendukung proyek strategis nasional seperti pembangunan Bandara VVIP IKN.

“Kerja sama dengan Unmul akan mencakup banyak aspek, termasuk pengembangan lahan untuk kegiatan pendidikan dan riset, yang merupakan bagian dari kepentingan umum,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unmul, Prof. Abdunnur, menyambut baik kemitraan tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan BBT menjadi peluang besar bagi Unmul, yang saat ini menghadapi keterbatasan lahan pendidikan dan penelitian.

“Salah satu contohnya adalah Fakultas Kehutanan yang membutuhkan lahan tambahan untuk riset. Saya bangga Badan Bank Tanah hadir di Unmul dan membuka peluang kerja sama dalam pengelolaan tanah negara,” ujarnya.

Prof. Abdunnur menegaskan bahwa pemanfaatan tanah negara untuk kepentingan pendidikan adalah bentuk kerja sama yang paling dinantikan, sekaligus sejalan dengan kebutuhan pengembangan kampus.

“Sebelumnya kami sudah berdiskusi mengenai berbagai bentuk kerja sama. Salah satunya adalah kebutuhan Unmul akan lahan untuk pengembangan kampus. Badan Bank Tanah memberi peluang melalui pemanfaatan lahan negara untuk sarana dan prasarana pendidikan,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya