Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ribuan Hektare Sawah Kalteng Dapat Asuransi Usaha Tani

Media Indonesia
25/11/2025 07:39
Ribuan Hektare Sawah Kalteng Dapat Asuransi Usaha Tani
Petani menanam bibit padi menggunakan mesin di lahan food estate, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (4/11/2025).(Antara/Auliya Rahman)

DINAS Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada Senin (24/11) di Palangkaraya. Disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.  

Upaya yang dilakukan perusahaan merupakan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional sesuai dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. "Kerja sama ini menjadi solusi yang tepat sasaran bagi para petani di Kalimantan Tengah serta menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi agar dapat melindungi masyarakat kami yang banyak mata pencahariannya sebagai petani," ujar Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah Rendy Lesmana.

Direktur Operasional Asuransi Jasindo Ocke Kurniandi mengatakan melalui AUTP, pihaknya mendukung pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada petani sehingga lebih produktif dalam memproduksi padi demi mencapai swasembada pangan. "Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari kemajuan petani di seluruh Kalimantan Tengah dengan memberikan AUTP sebagai upaya perlindungan kepada petani dari kerugian yang menyebabkan kegagalan panen seperti terjadinya bencana alam, hama, maupun penyakit yang menyerang lahan para petani," ujar Ocke. 

Menurut Ocke, jumlah lahan padi yang mengikuti AUTP di Indonesia baru sekitar 3% dari total luas lahan padi di seluruh Indonesia atau sebanyak 278.694 hektare dengan premi sebesar Rp50,16 miliar pada 2024. Implementasi asuransi pertanian masih menghadapi tantangan terbesar. 

"Kesadaran petani Indonesia untuk mengikuti program asuransi serta lahan pertanian yang sangat tersebar hingga ke daerah pelosok menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan asuransi pertanian," jelasnya. Pihaknya berharap kolaborasi ini tidak hanya memberikan perlindungan bagi petani, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah, sehingga para petani dapat terus berkontribusi bagi swasembada pangan nasional.

Meski begitu, Ocke menjelaskan, perusahaan sudah fokus melaksanakan asuransi pertanian selama 10 tahun. Saat ini, pelaksanaan program dilakukan secara digital melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) yang dapat dimanfaatkan petani untuk membantu monitoring proses atas kerugian yang mereka alami. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik