Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH wilayah di Sumatera Barat kembali diterjang banjir setelah hujan lebat mengguyur tanpa henti sejak Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11). Air meluap dan menggenangi kawasan Koto Baru, Kecamatan Kubungan, Kabupaten Solok.
Permukiman warga yang berada di pinggiran Sungai Batang Lembang ikut terdampak, sementara badan jalan berubah menjadi aliran air keruh akibat intensitas hujan yang tak kunjung mereda.
Banjir serupa juga terlihat pada sejumlah video yang beredar di media sosial. Di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, genangan air menutup akses jalan warga. Sementara di kawasan Aia Mancua di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, debit air meningkat tajam hingga membuat arus di beberapa titik menjadi deras. Alhasil, lalu lintas Padang - Bukittinggi pun tergganggu. Beberapa kawasan di Kota Padang pun turut dilaporkan terendam.
Di Kota Padang, BPBD setempat telah lebih dulu mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Jalan DPR Ujung, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Salah satu korban yang berhasil diselamatkan adalah seorang ibu hamil yang rumahnya terendam hingga 120 sentimeter.
“BPBD Sumbar menerima laporan adanya satu Kepala Keluarga (KK) dengan dua jiwa, termasuk seorang yang sedang hamil, terjebak akibat ketinggian air mencapai 120 cm,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna.
Menindaklanjuti laporan tersebut, enam personel Tim Rescue BPBD Padang bersama Basarnas dan dibantu warga langsung menuju lokasi. Berkat sinergi tim, evakuasi ibu hamil itu berhasil dilakukan dengan aman.
MASYARAKAT DIINGATKAN SIAGA
Di Tanah Datar, Kepala Pelaksana BPBD Ermon Revlin mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah tersebut kerap dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat aliran sungai dan lereng perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi,” kata Ermon, Jumat (21/11). Ia juga menekankan pentingnya mengantisipasi pohon tumbang, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pohon besar.
Menurut Ermon, BPBD Tanah Datar terus memantau kondisi cuaca dan debit air melalui kamera Early Warning System (EWS) yang tersambung ke posko induk kebencanaan. Pemantauan dilakukan khususnya pada sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi dan Gunung Sago, dua kawasan yang rentan memicu lonjakan debit air secara tiba-tiba.
Di samping itu, BPBD juga melakukan upaya mitigasi dengan membersihkan aliran sungai bersama Satgas PB Nagari Andaleh Baruh Bukik di Kecamatan Sungayang, terutama pada aliran Batang Sago.
“Batang Sago berhulu dari Gunung Sago dan mengaliri Andaleh hingga Tanjung Sungayang sebelum bertemu dengan Batang Bangkahan dari Gunung Marapi,” jelasnya.
Ermon menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama. Jika warga melihat tanda-tanda bahaya seperti kenaikan debit sungai atau munculnya retakan tanah, mereka diimbau segera melakukan evakuasi mandiri dan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak nagari atau BPBD setempat. (E-2)
Yose Hendra (YH)
Caption: Batang Lembang di kawasan Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, meluap, Sabtu (23/11), akibat hujan lebat sejak Sabtu (22/11). Foto: Yose Hendra
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
“Dari sisi pH-nya, air ini berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya,”
Prosesi pemakaman enam jenazah korban banjir bandang yang hingga kini belum teridentifikasi digelar dengan penuh khidmat, Rabu (7/1).
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap pertama bagi jemaah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Setiap unit memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 2.000 liter air minum per hari dan akan ditempatkan di titik-titik prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved